Perburuan Tonali oleh Spurs: Jurang Finansial yang Menganga di Premier League
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengajukan tawaran sekitar £80 juta untuk Sandro Tonali, menunjukkan dominasi finansial klub 'Big Six' meski performa di lapangan sedang buruk.
- Newcastle United terpaksa menjual tiga pemain bintangnya dalam setahun setelah kehilangan Alexander Isak dan Anthony Gordon, akibat keterbatasan pendapatan yang jauh di bawah Spurs.
- Pakar keuangan sepak bola menilai Newcastle harus membangun stadion baru jika ingin bersaing di Liga Champions, meninggalkan St James' Park yang bersejarah.

Ketika Damian Vidagany, direktur operasional sepak bola Aston Villa, setahun lalu menyatakan bahwa tidak ada lagi 'big six' di Premier League, ia mungkin terlalu optimistis. Buktinya, Tottenham Hotspur yang nyaris terdegradasi pada musim 2024-25 kini tengah memburu gelandang andalan Newcastle United, Sandro Tonali, dengan tawaran mencapai £80 juta — sebuah angka yang sulit ditandingi klub di luar lingkaran elit.
Newcastle United, yang baru saja mengakhiri musim di peringkat ke-12, kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: meski sukses merebut trofi EFL Cup dan dua kali lolos ke Liga Champions dalam tiga musim terakhir, daya saing mereka di bursa transfer masih jauh tertinggal. Laporan keuangan terbaru menunjukkan Spurs menghasilkan pendapatan £230 juta lebih banyak dibanding Newcastle pada musim 2024-25. Selisih ini memungkinkan Tottenham menawarkan gaji jauh lebih tinggi kepada Tonali tanpa melanggar aturan finansial liga.
Jika Tonali hengkang, Newcastle akan kehilangan tiga dari empat pemain terbaiknya dalam kurun setahun. Alexander Isak telah dilego ke Liverpool seharga £125 juta, sementara Anthony Gordon pindah ke Barcelona dengan banderol £69 juta. Manajer Eddie Howe mengakui bahwa menarik pemain berkualitas menjadi semakin sulit. "Saya rasa tantangan itu tidak akan menjadi lebih mudah. Justru akan semakin berat," ujarnya bulan lalu.
Kesulitan Newcastle merekrut pemain incaran bukanlah cerita baru. Musim panas lalu, mereka gagal mendatangkan Joao Pedro, Hugo Ekitike, James Trafford, dan Benjamin Sesko yang memilih pindah ke klub 'big six'. Musim ini, target utama Victor Munoz justru memilih Liverpool. Alhasil, Newcastle harus turun ke daftar alternatif, seperti kiper Ewen Jaouen yang direkrut dari Stade de Reims seharga £18,5 juta.
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menilai bahwa Newcastle tidak punya pilihan selain membangun stadion baru jika ingin bersaing secara reguler di Liga Champions. "Jika pemilik ingin Newcastle menjadi klub yang rutin bersaing di Liga Champions, mereka harus pindah. Jika hanya ingin menjadi klub papan atas yang bermain di Liga Europa, cukup renovasi St James' Park. Sebesar itulah signifikansi keputusan ini," tegasnya. Saat ini, pendapatan pertandingan Newcastle hanya sepertiga dari Spurs, yang juga diuntungkan oleh konser, ajang NFL, dan F1 Drive.
Proyek ambisius Newcastle untuk menjadi salah satu klub terbesar dunia pada 2030 kini memasuki fase genting. Hingga menjelang peringatan lima tahun akuisisi oleh konsorsium Arab Saudi pada Oktober mendatang, belum ada pengumuman mengenai pusat latihan baru maupun renovasi stadion. Tanpa langkah konkret, jurang pendapatan dengan klub-klub papan atas Premier League diprediksi akan semakin melebar, dan mimpi bersaing di papan atas Eropa mungkin hanya tinggal angan.



