Polri Salurkan Bantuan ke Pemulung TPA Burangkeng Jelang Hari Bhayangkara
Baca dalam 60 detik
- Polri menggelar bakti sosial di TPA Burangkeng, Bekasi, untuk warga yang bergantung pada sampah, sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
- Bantuan disambut positif oleh warga seperti Dede Kania, yang merasakan tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.
- Kegiatan ini menegaskan peran Polri dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat marginal di tengah kesulitan.

Polri menggelar bakti sosial bagi warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian institusi terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pengelolaan sampah.
Bantuan sosial diberikan langsung kepada para pemulung dan warga yang setiap hari mengais rezeki dari tumpukan sampah di TPA Burangkeng. Mereka selama ini mengandalkan pemilahan dan penjualan barang bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kombes Pol Mariochristy P.S. Siregar, Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri yang mewakili institusi, menyampaikan apresiasi atas kegigihan warga yang tetap produktif di tengah keterbatasan.
โKami cukup bangga kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang berada di sini. Dari barang-barang yang mungkin tidak terpakai oleh banyak orang, bapak dan ibu mampu menghasilkan nilai kembali. Itu adalah sesuatu yang positif dan patut diapresiasi,โ ujar Mariochristy dalam rilis yang diterima media.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Salah satu penerima, Dede Kania (41), warga Burangkeng yang sehari-hari berjualan kopi di rumah, mengaku sangat terbantu. Ia mengatakan bahwa kenaikan harga beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya dalam beberapa waktu terakhir cukup memberatkan keluarganya yang memiliki tiga anak.
โAlhamdulillah, bantuan seperti ini sangat membantu dan bisa meringankan beban ibu-ibu rumah tangga. Apalagi sekarang kondisi ekonomi sedang sulit dan harga kebutuhan banyak yang naik,โ tutur Dede. Ia berharap Polri terus hadir dan semakin dekat dengan masyarakat, tidak hanya saat momen tertentu.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti pemulung, kerap luput dari jaring pengaman sosial. Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga pangan, bantuan langsung seperti ini menjadi penopang sementara bagi mereka yang paling rentan. Polri sendiri menegaskan bahwa bakti sosial merupakan wujud nyata dari peran polisi sebagai pengayom masyarakat.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah bantuan serupa akan berkelanjutan atau hanya bersifat seremonial. Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, warga Burangkeng berharap Polri dan pemerintah daerah dapat merancang program pemberdayaan yang lebih struktural, bukan sekadar bantuan musiman.



