Mobil Patroli Polisi Dibacok OTK di Bundaran HI, Dua Unit Ringsek
Baca dalam 60 detik
- Dua mobil patroli Polres Jakpus dan Polsek Menteng dirusak massa tak dikenal saat perayaan HUT DKI Jakarta di Bundaran HI, Minggu malam.
- Polisi menduga aksi terjadi saat petugas fokus mengamankan acara; kerusakan baru diketahui setelah massa bubar lewat tengah malam.
- Penyelidikan masih berlangsung, belum ada tersangka atau motif jelas dari perusakan tersebut.

Dua unit mobil patroli milik Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/6) malam, saat petugas tengah mengamankan perayaan HUT ke-498 DKI Jakarta.
Informasi mengenai peristiwa itu menyebar luas di media sosial setelah sejumlah akun mengunggah foto yang memperlihatkan kaca depan mobil patroli pecah dan bodi penyok. Salah satu unggahan memperlihatkan kerusakan parah pada kaca bagian depan kendaraan dinas tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Erlyn Sumantri, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, mobil patroli yang dirusak ditinggalkan oleh anggota yang sedang bertugas mengamankan jalannya perayaan di sekitar Bundaran HI. "Massa penuh tumpah ruah di sekitaran bundaran HI," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/6).
Erlyn menduga perusakan terjadi saat petugas fokus mengamankan perayaan yang dipadati ribuan warga. "Dirusak dilakukan oleh sekelompok massa yang tidak dikenal, baru diketahui setelah jam 24.00 massa meninggalkan Bundaran HI," jelasnya. Ia menambahkan bahwa tidak ada anggota yang menjadi korban luka dalam insiden tersebut.
Dua unit kendaraan yang menjadi sasaran adalah mobil patroli Lantas Polres Jakpus dan mobil patroli Polsek Menteng. Keduanya kini telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif dan mencari pelaku perusakan.
Peristiwa ini menambah catatan kerentanan aset kepolisian saat pengamanan acara publik berskala besar. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di beberapa titik keramaian di Jakarta, meskipun jarang terungkap. Masyarakat diimbau untuk tetap tertib dan menghormati petugas yang sedang bertugas.
Ke depan, aparat kepolisian kemungkinan akan mengevaluasi prosedur penempatan kendaraan operasional di lokasi keramaian guna meminimalkan risiko serupa. Pertanyaan yang mengemuka: apakah pengamanan aset sudah cukup ketat, atau perlu ada pengawalan khusus terhadap kendaraan yang ditinggalkan petugas?



