Bareskrim Periksa Istri Frans Antony, Bendahara Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Baca dalam 60 detik
- Petra Niasi, istri buronan Frans Antony, diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri terkait jaringan narkoba Fredy Pratama.
- Frans Antony diketahui berperan sebagai bendahara sindikat tersebut, sementara istrinya mendampingi selama pelarian di Malaysia.
- Pemeriksaan masih tahap awal; Polri akan merilis perkembangan kasus dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memeriksa Petra Niasi, istri dari buronan Frans Antony, dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk menguak lebih dalam jaringan narkoba yang dikendalikan Fredy Pratama. Pemeriksaan ini menjadi langkah baru aparat dalam membongkar rantai keuangan sindikat yang selama ini beroperasi lintas negara.
Petra Niasi dibawa dari Malaysia setelah sebelumnya ditangkap bersama suaminya di negara tersebut. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa Petra selama ini mendampingi Frans Antony dalam pelariannya. โIstrinya selama ini mendampingi pelariannya dia,โ ujar Eko di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Frans Antony sendiri diketahui berperan sebagai bendahara dalam jaringan Fredy Pratama, salah satu bandar narkoba yang masuk daftar pencarian orang (DPO) internasional. Jaringan ini diduga kuat mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pemeriksaan terhadap Petra diharapkan dapat mengungkap aliran dana serta aset yang dikelola Frans selama ini.
Hingga saat ini, status Petra masih sebatas saksi. Brigjen Eko menegaskan bahwa pihaknya belum menaikkan statusnya karena pemeriksaan baru berlangsung sehari. โBelum, masih kami periksa ini kan baru hari pertama. Nanti seminggu atau dua minggu kita akan rilis lanjutan perkara ini,โ jelasnya. Sikap hati-hati ini menunjukkan Polri ingin mengumpulkan bukti yang cukup sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Kasus Fredy Pratama menjadi sorotan karena jaringannya tidak hanya melibatkan warga negara Indonesia, tetapi juga jaringan internasional. Penangkapan Frans Antony dan istrinya di Malaysia menandai kerja sama erat antara Bareskrim Polri dengan otoritas Malaysia. Bagi Indonesia, pengungkapan kasus ini penting untuk memutus rantai pasok narkoba yang kerap masuk melalui jalur perbatasan darat dan laut.
Ke depan, publik menantikan apakah Petra Niasi akan memberikan keterangan yang cukup untuk menjerat lebih banyak pelaku, termasuk pengelola keuangan lain yang mungkin masih buron. Pertanyaan besarnya: sejauh mana jaringan Fredy Pratama telah merambah ke institusi keuangan dan bisnis legal di Indonesia?



