PM Jepang Sanae Takaichi Beralih ke Toyota Century SUV, Harga Rahasia Demi Keamanan
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi menggunakan Toyota Century SUV sebagai mobil dinas, menggantikan sedan sebelumnya.
- Pemerintah Jepang menolak mengungkap harga pembelian dengan alasan keamanan, meski Toyota mematok harga mulai 27 juta yen.
- Langkah ini menandai pergeseran preferensi kendaraan dinas di kalangan pemimpin global, dari sedan mewah ke SUV.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi menggunakan Toyota Century versi sport utility vehicle (SUV) sebagai kendaraan dinas resminya, menggantikan sedan yang sebelumnya digunakan. Mobil mewah berpengemudi itu mulai beroperasi Senin pagi, mengantar Takaichi dari kantor perdana menteri menuju Gedung Parlemen Nasional di distrik politik Nagatacho, Tokyo.
Keputusan mengganti kendaraan dinas ini menjadi sorotan, terutama karena pemerintah Jepang enggan mengungkapkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk pembelian mobil tersebut. Dalam konferensi pers rutin, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menolak menyebutkan harga, dengan alasan "kekhawatiran keamanan". Menurut Kihara, mengungkapkan harga dapat membocorkan "detail tentang kemampuan dan karakteristik kendaraan".
Sikap tertutup pemerintah Jepang ini kontras dengan informasi dari pabrikan. Toyota Motor Corporation, melalui pernyataan resmi, menyebutkan bahwa Century SUV memiliki harga rekomendasi mulai dari 27 juta yen, atau sekitar 167 ribu dolar AS. Namun, belum jelas apakah harga yang dibayarkan pemerintah sama dengan harga eceran, mengingat kemungkinan adanya penyesuaian spesifikasi khusus untuk kendaraan dinas pejabat tinggi.
Peralihan dari sedan ke SUV untuk kendaraan dinas kepala pemerintahan bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo sebelumnya juga menggunakan mobil jenis SUV, seperti Toyota Land Cruiser dan Mercedes-Benz G-Class. Tren ini mencerminkan perubahan preferensi global, di mana SUV dianggap lebih tangguh, memiliki visibilitas lebih baik, dan mampu memberikan perlindungan lebih terhadap penumpang. Bagi Indonesia, pilihan kendaraan dinas presiden juga kerap menjadi perbincangan publik, terutama terkait anggaran dan spesifikasi keamanan.
Menurut analis otomotif, Toyota Century SUV merupakan kendaraan yang dirancang khusus untuk pasar Jepang dan jarang diekspor. Mobil ini mengusung mesin hybrid V6 3.5 liter, yang menggabungkan performa dengan efisiensi bahan bakar. Fitur keselamatan dan kenyamanan kelas atas menjadi prioritas, termasuk sistem penggerak semua roda dan suspensi adaptif. Meski demikian, detail spesifikasi versi yang digunakan oleh perdana menteri tidak diungkapkan ke publik.
Keputusan pemerintah Jepang untuk merahasiakan harga pembelian menimbulkan pertanyaan tentang transparansi anggaran. Di era keterbukaan informasi, wajar jika publik ingin mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas pejabat negara. Namun, argumen keamanan yang dikemukakan pemerintah menunjukkan bahwa ada pertimbangan lain yang lebih prioritas, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap pejabat tinggi.
Ke depan, langkah serupa mungkin akan diikuti oleh negara-negara lain yang masih setia menggunakan sedan mewah. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan dinas presiden setelah melihat tren global ini? Atau justru akan tetap bertahan dengan model yang sudah ada?



