Penalti Menit Akhir Gagalkan Kemenangan Rep. Ceko di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Republik Ceko gagal mempertahankan keunggulan setelah penalti Mokoena di menit ke-83 memaksa hasil imbang 1-1 melawan Afrika Selatan di Atlanta.
- Patrik Schick dan tiga pemain Hoffenheim lainnya menjadi andalan Ceko, namun pertahanan yang terlalu dalam di babak kedua membuahkan petaka.
- Hasil ini membuat kedua tim masih tanpa poin penuh setelah dua laga, memperumit persaingan di Grup A Piala Dunia 2026.

Republik Ceko harus puas berbagi angka dengan Afrika Selatan setelah gol penalti Teboho Mokoena pada menit ke-83 menyamakan kedudukan 1-1 dalam laga Grup A Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (25/6) waktu setempat. Padahal, Ceko sempat unggul cepat lewat gol Michal Sadilek di menit keenam.
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi empat pemain Bundesliga yang memperkuat Ceko: Patrik Schick (Bayer Leverkusen), Robin Hranáč, Vladimír Coufal, dan Adam Hložek (ketiganya Hoffenheim). Pelatih Miroslav Koubek melakukan lima perubahan susunan pemain setelah kekalahan dari Korea Selatan di laga perdana. Di kubu Afrika Selatan, dua pemain kunci—Yaya Sithole dan Themba Zwane—harus absen karena akumulasi kartu.
Ceko memulai laga dengan agresif. Sadilek membuka skor memanfaatkan umpan terobosan Alexandr Sojka, melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Ronwen Williams. Schick nyaris menggandakan keunggulan semenit sebelumnya, namun sundulannya masih melebar. Afrika Selatan yang awalnya bertahan dalam, perlahan mulai berani keluar setelah menit ke-12. Oswin Appollis dan Thalente Mbatha mengancam dari jarak jauh, tetapi belum menemui sasaran.
Memasuki babak kedua, Ceko kembali menggebrak. Vladimír Darida dan Lukáš Červ bergantian menguji Williams, namun kiper Afrika Selatan tampil sigap. Schick juga gagal memanfaatkan peluang dari sepak pojok. Alih-alih menambah gol, Ceko justru memilih bermain lebih bertahan, sebuah keputusan yang terbukti fatal. Pada menit ke-81, tendangan Thapelo Maseko mengenai tangan Pavel Šulc di kotak penalti. Wasit Tori Penso tanpa ragu menunjuk titik putih. Mokoena maju sebagai eksekutor dan mengecoh kiper Matěj Kovář dengan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah.
Setelah gol penyeimbang, kedua tim saling jual beli serangan. Relebohile Mofokeng dan Evidence Makgopa mengancam dari sisi Afrika Selatan, sementara Lukáš Provod nyaris memenangkan pertandingan untuk Ceko andai tembakannya tidak melenceng. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang.
Hasil ini membuat Ceko dan Afrika Selatan sama-sama mengoleksi satu poin dari dua laga, tertinggal dari Korea Selatan yang memuncaki grup. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik karena menampilkan pemain-pemain yang kerap bersaing di klub-klub Eropa. Selain itu, performa gemilang kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams, patut dicermati mengingat ia menjadi andalan di lini belakang Bafana Bafana. Dengan dua laga tersisa, peluang lolos ke babak gugur masih terbuka, namun kedua tim wajib meraih kemenangan di pertandingan berikutnya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Ceko bangkit setelah dua laga tanpa kemenangan, atau justru Afrika Selatan yang akan memanfaatkan momentum ini untuk merebut tiket ke fase knockout?



