Edin Džeko: Mesin Gol Tua Schalke yang Siap Bawa Bosnia ke Panggung Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Edin Džeko, striker 40 tahun Schalke, menjadi andalan Bosnia di Piala Dunia 2026 setelah mencetak 73 gol dalam 148 penampilan internasional.
- Meski cedera bahu sempat menghambat, kontribusi enam gol dan tiga assist Džeko di Bundesliga 2 membantu Schalke promosi ke Bundesliga.
- Pengalaman dan naluri mencetak gol Džeko dinilai krusial oleh pelatih Bosnia untuk membawa tim melaju dari fase grup Piala Dunia.

Usianya sudah 40 tahun, tapi naluri mencetak gol Edin Džeko belum tumpul. Striker Schalke itu menjadi salah satu pemain kunci yang akan membela Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026, setelah perannya yang vital membawa negaranya lolos ke putaran final. Dengan koleksi 73 gol dari 148 caps, Džeko adalah mesin gol sepanjang masa Bosnia.
Perjalanan Džeko musim ini tidak mulus. Ia bergabung dengan Schalke pada Januari 2026 dan langsung menjadi pahlawan dengan enam gol serta tiga assist dalam delapan penampilan di Bundesliga 2. Namun, cedera bahu yang dideritanya saat membela Bosnia pada Maret lalu sempat menghentikan lajunya. Meski demikian, kontribusinya cukup untuk membantu Schalke kembali ke kasta tertinggi sepak bola Jerman setelah tiga musim absen.
Kembalinya Džeko ke Jerman membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Pelatih Schalke, Miron Muslić, mengakui bahwa kehadiran Džeko mengisi kekosongan yang dirasakan tim selama tujuh bulan terakhir. "Dia striker yang bisa memegang bola dan memaksakan diri. Itu yang kami rindukan," ujar Muslić. Sementara itu, pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, menekankan nilai pengalaman Džeko yang tak ternilai, terutama bagi pemain muda. "Dia tahu apa yang diperlukan untuk sukses. Profesionalisme dan mentalitas juaranya menjadi standar bagi kami," kata Barbarez.
Gaya bermain Džeko yang mengandalkan kontrol bola dekat, kemampuan mencari ruang, dan insting predator di kotak penalti menjadi senjata utama Bosnia. Ia bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga pemimpin di lapangan. Dalam skuad yang relatif muda, Džeko menjadi jembatan antara pengalaman dan ambisi. Pertanyaan besarnya, mampukah ia membawa Bosnia melaju melewati fase grup untuk pertama kalinya?
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Džeko mengingatkan pada pemain senior seperti Bambang Pamungkas yang tetap menjadi andalan di usia senja. Perjuangan Džeko melawan cedera dan waktu bisa menjadi inspirasi bagi pemain Tanah Air yang ingin berkarier panjang. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung terakhir bagi Džeko untuk membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk bersinar di level tertinggi.



