Tuchel Mulai Bocorkan Formasi: 10 Pemain Starter Inggris Berlatih Terpisah
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thomas Tuchel mengelompokkan 10 pemain yang tampil saat uji coba melawan Kosta Rika dalam sesi latihan terpisah di Kansas City, mengindikasikan susunan starter untuk laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Kroasia.
- Bukayo Saka masih dalam pemulihan cedera dan berlatih terpisah dari kelompok utama, sehingga peluangnya tampil sejak awal masih diragukan.
- Insiden pencurian perlengkapan senilai $18.000 tidak mengganggu persiapan tim; dua tersangka telah ditangkap dan sebagian besar barang berhasil ditemukan.

Timnas Inggris menggelar sesi latihan perdana di markas permanen mereka di Kansas City, Missouri, pada Sabtu (14/6) waktu setempat, dan langsung memberikan petunjuk mengenai strategi yang akan diterapkan pelatih Thomas Tuchel di laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Kroasia. Dalam latihan yang berlangsung di bawah terik matahari bersuhu 31 derajat Celsius, Tuchel memisahkan 10 pemain yang menjadi starter saat uji coba melawan Kosta Rika dari skuad lainnya, sebuah langkah yang diyakini sebagai bocoran formasi inti.
Sepuluh pemain tersebut adalah Jude Bellingham, Ezri Konsa, John Stones, Nico O'Reilly, Elliot Anderson, Harry Kane, Anthony Gordon, Declan Rice, Noni Madueke, dan Reece James. Meski Tuchel belum mengonfirmasi secara resmi, pengelompokan ini memperkuat spekulasi bahwa tim yang diturunkan saat melawan Kosta Rika akan kembali menjadi pilihan utama saat berhadapan dengan Kroasia di Dallas pada Selasa (17/6).
Satu perubahan yang mungkin terjadi adalah masuknya Bukayo Saka menggantikan Madueke. Namun, kondisi fisik Saka masih menjadi tanda tanya. Dalam sesi latihan, pemain Arsenal itu berlatih terpisah dari kelompok utama dan terlihat belum bergerak bebas. Tuchel sebelumnya mengakui bahwa Saka perlu dikelola dengan hati-hati sepanjang turnamen karena masalah kebugaran. Hal ini membuat peluang Saka tampil sebagai starter masih belum pasti.
Di luar taktik, tim Inggris juga harus menghadapi gangguan non-teknis. Pada Jumat malam, sebuah kendaraan yang membawa perlengkapan dari kamp pelatihan di Florida ke Kansas City dibobol. Barang yang dicuri meliputi empat pasang sepatu bola, satu bola, satu pasang sarung tangan kiper, dan perlengkapan latihan. Polisi Kansas City menangkap dua pria, Mustafa Salik dan Erfan Kamal, yang diduga menjual barang curian senilai $18.000. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memastikan tidak ada peralatan performa tinggi yang hilang dan sebagian besar barang telah kembali.
Bek Dan Burn menanggapi santai insiden tersebut. "Saya tidak kehilangan apa pun secara pribadi. Kami tahu dari kalian (media). Ini sudah ditangani polisi, jadi tidak banyak yang bisa saya komentari. Ini tidak banyak dibicarakan di tim, menunjukkan bahwa kami tidak terlalu khawatir," ujarnya. Sikap ini mencerminkan fokus penuh skuad pada persiapan pertandingan.
Setelah tahap aklimatisasi di Florida, latihan di Kansas City akan lebih spesifik menyasar lawan-lawan di grup. Tuchel menegaskan timnya sudah siap secara fisik. "Kami sudah beradaptasi dengan panas, bekerja keras. Sekarang fokus ke Kroasia. Hari ini untuk menetap, mulai besok kami punya tiga hari persiapan," kata pelatih asal Jerman itu. Kapten Harry Kane menambahkan, "Ini awal dari misi sesungguhnya. Kami akan tinggal di sini enam minggu ke depan. Pertandingan melawan Kosta Rika menunjukkan level tinggi, dan Kroasia adalah lawan berat yang telah membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik di dua Piala Dunia terakhir."
Bagi publik Indonesia, perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 selalu menarik perhatian, terutama karena banyak penggemar sepak bola Tanah Air mengikuti perkembangan tim-tim Eropa. Selain itu, keberadaan pemain keturunan Indonesia di kancah internasional belum ada, namun prestasi Inggris bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional. Pertandingan melawan Kroasia akan menjadi ujian awal seberapa siap 'Three Lions' bersaing di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.
Dengan segala dinamika yang ada, mampukah Tuchel membawa Inggris melampaui pencapaian semifinal di edisi sebelumnya? Atau justru masalah kebugaran pemain kunci seperti Saka akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka berhadapan dengan Kroasia, tim yang dua edisi terakhir selalu menjadi momok di fase gugur.



