Mbappe Samai Rekor Giroud: 57 Gol untuk Prancis, Langkah Menuju Legenda
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe menyamai rekor gol Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis dengan 57 gol, dicapai hanya dalam 99 penampilan.
- Pencapaian ini menegaskan status Mbappe sebagai salah satu pemain terbaik dunia, dengan potensi memecahkan rekor Piala Dunia milik Miroslav Klose (16 gol) dan mencapai 100 gol internasional.
- Perjalanan Mbappe dari Bondy hingga puncak sepak bola global menjadi inspirasi, namun tantangan seperti Ballon d'Or dan Liga Champions masih menanti.

Kylian Mbappe resmi mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis, menyamai rekor Olivier Giroud dengan 57 gol. Gol tersebut dicetak dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Senegal, menjadikan pemain Real Madrid berusia 27 tahun itu sebagai simbol baru sepak bola Prancis.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Mbappe mencapai 57 gol hanya dalam 99 pertandingan internasional, jauh lebih efisien dibanding Giroud yang membutuhkan 137 laga. Dengan tambahan gol di Piala Dunia, ia kini mengoleksi 13 gol di turnamen tersebut, hanya terpaut tiga gol dari rekor Miroslav Klose (16 gol). Analis sepak bola Prancis Julien Laurens menilai Mbappe berpotensi menjadi pemain terhebat dalam sejarah Prancis, melampaui Zinedine Zidane dan Michel Platini jika terus konsisten.
"Dia masih memiliki banyak ruang untuk berkembang, tetapi jika kita berhenti sekarang, Zidane dan Platini tetap menjadi dua pemain teratas Prancis sepanjang masa. Setelah itu, Mbappe sudah berada di atas Thierry Henry, Antoine Griezmann, dan Olivier Giroud," ujar Laurens. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Mbappe sebagai kapten dan penampilannya di final Piala Dunia 2022 (hat-trick) menjadi bukti kualitasnya.
Perjalanan Mbappe menuju puncak dimulai dari Bondy, pinggiran Paris, tempat ia lahir lima bulan setelah Prancis juara Piala Dunia 1998. Ayahnya, Wilfried, adalah pelatih di klub lokal AS Bondy, sementara ibunya, Fayza Lamari, mantan pemain handball profesional. Sejak kecil, Mbappe sudah menunjukkan ambisi luar biasa. Ia belajar lagu kebangsaan Prancis di usia tiga tahun dan menempel poster Cristiano Ronaldo di kamarnya. "Kylian hanya sekolah dan sepak bola. Sekolah, sepak bola, rumah," kenang teman masa kecilnya, Rayan Viyanga.
Bakatnya terasah di akademi Clairefontaine, meski awalnya ia kesulitan. Menurut penulis dan pakar sepak bola Prancis Matt Spiro, Mbappe sering bermain di sayap dan mudah cemberut. Namun, setelah mengalami lonjakan pertumbuhan, ia mulai menunjukkan potensi besarnya. Pada usia 10 tahun, Nike sudah memberikan sepatu gratis. Di usia 14 tahun, ia bergabung dengan Monaco, menolak tawaran Chelsea dan Real Madrid atas desakan keluarga yang ingin ia tetap di Prancis.
Di Monaco, Mbappe memecahkan rekor Thierry Henry sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol. Pada 2017, PSG merekrutnya dengan status pinjaman senilai £165,7 juta, menjadikannya remaja termahal dalam sejarah sepak bola. Setahun kemudian, ia menjadi pahlawan nasional setelah membawa Prancis juara Piala Dunia 2018, mencetak gol di final dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen.
"Proyek Mbappe"—istilah yang populer di media sosial—menggambarkan perencanaan matang keluarga Mbappe sejak ia kecil. Namun, kesuksesan juga diiringi ego. Mantan direktur performa PSG Martin Buccheit mengatakan, "Ego adalah pendorong kesuksesan, tetapi Kylian tidak selalu bisa mengendalikannya. Keluarganya, terutama ibunya, yang memegang kendali."
Meski telah menjadi kapten Prancis sejak 2023, Mbappe masih belum memenangkan Liga Champions atau Ballon d'Or. Laurens yakin ia akan meraih keduanya sebelum pensiun. "Saya akan sangat terkejut jika ia mengakhiri karirnya tanpa Ballon d'Or dan setidaknya satu Liga Champions. Lemari trofinya akan lebih baik dan lebih besar dari Zidane dan Platini," ujarnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Mbappe menjadi cerminan bagaimana bakat, disiplin, dan dukungan keluarga dapat mengantarkan seseorang ke puncak. Dengan potensi memecahkan rekor demi rekor, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah Mbappe akan menjadi legenda, tetapi seberapa besar warisan yang akan ia tinggalkan.



