Skotlandia Kembali ke Panggung Dunia dengan Kemenangan Tipis atas Haiti
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, berkat gol John McGinn di babak pertama.
- Qatar meraih poin perdana dalam sejarah Piala Dunia setelah gol bunuh diri Swiss di menit akhir memaksa hasil imbang 1-1.
- Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1 dalam laga sengit, dengan Vinicius Jr mencetak gol spektakuler untuk menyelamatkan satu poin.
Skotlandia akhirnya memutus dahaga panjang dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026, sekaligus menandai kembalinya mereka ke turnamen sepak bola terbesar dunia setelah absen selama 28 tahun. Gol tunggal John McGinn pada menit ke-34 menjadi pembeda di Stadion Boston, meskipun Skotlandia harus bertahan mati-matian di babak kedua untuk mengamankan tiga poin.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Skotlandia di laga pembuka Piala Dunia sejak mengalahkan Selandia Baru 5-2 pada 1982, dan kemenangan pertama secara keseluruhan sejak menaklukkan Swedia 2-1 di Italia 1990. Pelatih Steve Clarke mengakui timnya tidak tampil sempurna, namun semangat juang para pemain patut diacungi jempol. “Kami tahu Haiti akan memberikan perlawanan keras, dan mereka terbukti merepotkan. Tapi kami bertahan dengan disiplin tinggi,” ujar Clarke dalam konferensi pers usai pertandingan.
Sementara itu, Qatar mencatatkan sejarah manis meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Swiss di San Francisco. Tertinggal sejak menit ke-17 akibat penalti Breel Embolo, Qatar tampak akan pulang dengan tangan hampa. Namun, di masa injury time, kapten Boualem Khoukhi memaksakan gol bunuh diri bek Swiss Miro Muheim setelah sundulannya membentur pemain lawan. Hasil ini menjadi poin perdana Qatar di Piala Dunia, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan bagi tim yang menjadi tuan rumah edisi 2022.
Di laga lain yang tak kalah seru, Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1 di New York/New Jersey. Maroko unggul lebih dulu melalui gol indah Ismael Saibari, namun Vinicius Jr menyamakan kedudukan dengan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Ini adalah kali pertama Vinicius Jr mencetak gol untuk Brasil namun tidak berakhir dengan kemenangan; delapan gol sebelumnya selalu membawa Selecao menang. Hasil imbang ini membuat Grup C semakin terbuka, dengan Skotlandia memuncaki klasemen sementara.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meskipun Timnas Indonesia belum lolos ke Piala Dunia, keberhasilan tim-tim seperti Qatar—yang berasal dari kawasan Asia—menunjukkan bahwa sepak bola Asia mampu bersaing di level tertinggi. Pelajaran berharga bisa diambil dari kegigihan Qatar yang tidak menyerah hingga peluit akhir. Selain itu, kembalinya Skotlandia ke panggung dunia mengingatkan bahwa perjalanan panjang dan konsistensi bisa membuahkan hasil, sebuah inspirasi bagi federasi sepak bola di negara berkembang.
Pertandingan selanjutnya di Grup C akan mempertemukan Brasil melawan Haiti dan Skotlandia kontra Swiss. Jika Skotlandia mampu mengalahkan Swiss, peluang mereka untuk lolos ke babak gugur akan semakin terbuka lebar. Namun, Swiss yang kecewa karena kehilangan kemenangan di menit akhir pasti akan tampil ngotot. Sementara itu, Brasil wajib meraih kemenangan atas Haiti untuk menjaga asa lolos tanpa bergantung pada hasil laga lain.



