Lautaro Martinez Jadi Ujung Tombak Argentina di Laga Perdana Piala Dunia, Mahrez Dicadangkan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih Lautaro Martinez sebagai starter di laga pembuka Piala Dunia melawan Aljazair, sementara Julian Alvarez yang baru pulih cedera harus puas di bangku cadangan.
- Keputusan mengejutkan terjadi di kubu Aljazair: kapten Riyad Mahrez tidak dimainkan sejak menit awal, digantikan oleh Anis Hadj Moussa di lini serang.
- Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi Lionel Messi yang tampil di Piala Dunia keenam kalinya, rekor baru dalam sejarah sepak bola.
Lionel Messi akan kembali memimpin Argentina di Piala Dunia, kali ini dengan rekor penampilan keenam, saat tim Tango berhadapan dengan Aljazair di laga pembuka Grup C di Kansas City, Missouri, Selasa (16/6). Namun sorotan utama justru tertuju pada keputusan pelatih Lionel Scaloni yang menurunkan Lautaro Martinez sebagai striker utama, sementara Julian Alvarez—yang sebelumnya dikabarkan pulih dari cedera pergelangan kaki—hanya duduk di bangku cadangan.
Keputusan Scaloni ini langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat. Alvarez, yang musim lalu tampil gemilang bersama Atletico Madrid, sempat dianggap sebagai opsi utama setelah performa impresifnya di pramusim. Namun Scaloni lebih memilih duet Messi dan Martinez yang sudah terbukti padu di berbagai turnamen sebelumnya. “Lautaro punya naluri gol yang tajam dan chemistry kuat dengan Messi,” ujar Scaloni dalam konferensi pers jelang laga. Di sisi lain, absennya bek kiri Nicolas Tagliafico karena cedera betis membuat Facundo Medina mendapat kepercayaan sebagai starter.
Di kubu Aljazair, kejutan tak kalah besar terjadi. Pelatih Djamel Belmadi memutuskan untuk tidak menurunkan kapten sekaligus bintang utama, Riyad Mahrez, sejak menit awal. Sebagai gantinya, Anis Hadj Moussa yang relatif kurang dikenal mendapat tempat di lini depan. Keputusan ini dinilai berisiko, mengingat Mahrez adalah motor serangan Aljazair dan pernah membawa timnya menjuarai Piala Afrika 2019. Namun Belmadi tampaknya ingin menyimpan Mahrez sebagai senjata rahasia di babak kedua, atau mungkin menyesuaikan strategi melawan pertahanan Argentina yang kokoh.
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi kiper Aljazair, Luca Zidane—putra legenda Prancis Zinedine Zidane—yang dipercaya mengawal gawang. Sementara di kubu Argentina, lini tengah diisi oleh Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez yang menjadi motor permainan. Thiago Almada juga diturunkan sebagai gelandang serang untuk mendukung duet Messi-Martinez.
Bagi publik Indonesia, pertandingan ini menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar yang besar di tanah air. Argentina dengan Messi-nya selalu menjadi favorit, sementara Aljazair kerap didukung karena faktor solidaritas sesama negara muslim. Hasil laga ini bisa memengaruhi peta persaingan di Grup C yang juga dihuni oleh Jepang dan Polandia. Jika Argentina menang, langkah mereka ke babak gugur semakin terbuka. Sebaliknya, kekalahan bisa membuat Aljazair tertekan di laga-laga berikutnya.
Pertanyaan besarnya, akankah keputusan berani Scaloni dan Belmadi membuahkan hasil? Atau justru menjadi bumerang yang menentukan nasib kedua tim di turnamen ini?



