Gio Reyna Bangkit dari Bayang-Bayang: Gol Spektakuler di Piala Dunia 2026 Jadi Bukti
Baca dalam 60 detik
- Gelandang serang AS, Giovanni Reyna, mencetak gol indah di laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, menegaskan kebangkitannya setelah musim sulit di Bundesliga.
- Reyna hanya tampil empat kali sebagai starter di Borussia Mönchengladbach musim lalu, namun tetap dipercaya pelatih Mauricio Pochettino untuk menjadi pembeda di timnas.
- Performa Reyna di Piala Dunia menjadi sorotan karena ia mampu membuktikan kualitasnya di panggung terbesar, sekaligus menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia.

Gelandang serang Amerika Serikat, Giovanni Reyna, menjadi pusat perhatian setelah mencetak gol spektakuler di menit akhir saat timnya membungkam Paraguay 4-1 pada laga perdana Grup A Piala Dunia 2026. Gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan pemain 23 tahun yang sempat terpinggirkan di klubnya, Borussia Mönchengladbach.
Reyna memulai musim 2025/26 dengan harapan besar setelah pindah dari Borussia Dortmund ke Mönchengladbach pada Agustus lalu. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Gladbach bergelut di papan bawah klasemen Bundesliga dan bahkan harus berganti pelatih pada November, dengan Eugen Polanski mengambil alih kursi kepelatihan. Cedera yang menghampiri Reyna membuatnya hanya tampil sebagai starter dalam empat pertandingan liga. Meski demikian, ia tetap mencatatkan 19 penampilan dan mencetak gol pertamanya untuk Gladbach pada awal Mei, hanya beberapa pekan sebelum Piala Dunia bergulir.
Perjalanan karier Reyna memang penuh liku. Sejak debut bersama timnas AS pada usia 17 tahun, bakatnya tak pernah diragukan. Namun, dua musim terakhir ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler, baik di Dortmund maupun Mönchengladbach. Pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino, tetap percaya pada kemampuannya. “Kita semua tahu Gio memiliki bakat dan pengalaman luar biasa. Ia bisa menambah dimensi berbeda bagi tim,” ujar Pochettino dalam konferensi pers sebelum turnamen. Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Reyna yang tampil tajam dalam enam laga uji coba pra-Piala Dunia, sebelum akhirnya mencetak gol indah dengan kaki luar di waktu tambahan melawan Paraguay.
Pelatih Mönchengladbach, Eugen Polanski, juga memberikan pujian. “Jarang saya melihat sesi latihan yang tidak memuaskan darinya. Ia terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan,” kata Polanski pada Desember lalu. Pujian tersebut menunjukkan bahwa meski jarang menjadi starter, etos kerja Reyna di sesi latihan tidak pernah surut.
Bagi Indonesia, kisah Reyna memberikan pelajaran berharga. Sepak bola Indonesia kerap dihadapkan pada masalah konsistensi pemain muda yang kesulitan menembus skuad utama klub, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Reyna membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, kesempatan untuk bersinar di panggung terbesar tetap terbuka. Para pemain muda Indonesia, seperti Marselino Ferdinan atau Ronaldo Kwateh, bisa menjadikan perjalanan Reyna sebagai motivasi untuk tidak menyerah meski menghadapi hambatan di level klub.
Ke depan, performa Reyna akan menjadi salah satu kunci bagi AS untuk melaju jauh di Piala Dunia yang mereka gelar bersama Meksiko dan Kanada. Jika ia mampu mempertahankan momentum ini, bukan tidak mungkin namanya akan kembali diperhitungkan di Eropa. Pertanyaannya, akankah Pochettino memberinya peran lebih besar di laga-laga berikutnya, atau justru memanfaatkannya sebagai supersub yang mematikan?

