Dari Remaja Ajaib hingga Ikon Piala Dunia: Perjalanan Lionel Messi yang Tak Lekang Waktu
Baca dalam 60 detik
- Messi memulai debut Piala Dunia pada 2006 saat berusia 18 tahun, mencetak gol pertamanya dalam kemenangan 6-0 Argentina atas Serbia dan Montenegro.
- Ia kini menjadi pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 13 gol dan pemegang rekor penampilan terbanyak di turnamen tersebut.
- Dua dekade setelah debutnya, Messi kembali menjadi sorotan utama Piala Dunia 2026, membuktikan daya tahan luar biasa di level tertinggi.
Pada 16 Juni 2006, seorang remaja kurus bernama Lionel Messi melangkah ke lapangan Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dalam waktu 16 menit, ia telah memberikan assist dan mencetak gol, mengubah laga Argentina melawan Serbia dan Montenegro menjadi panggung pertunjukan pribadi. Dua dekade kemudian, pemain yang sama masih menjadi pusat perhatian, bersiap menulis babak baru di Piala Dunia 2026.
Skuad Argentina edisi 2006 dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah negara itu. Nama-nama seperti Pablo Aimar, Juan Román Riquelme, Carlos Tevez, dan Javier Mascherano menghuni ruang ganti. Namun, di antara para bintang tersebut, ada seorang pemain berusia 17 tahun yang membuat rekan setimnya tercengang setiap hari. Maxi Rodríguez, yang saat itu menjadi pemain sayap, mengingat bagaimana Messi mampu melewati lawan seolah mereka hanyalah rintangan latihan. “Kami saling bertanya, ‘Apa kau lihat gol yang dia cetak?’ atau ‘Sadarkah kau berapa pemain yang dia lewati?’” ujar Rodríguez.
Pelatih Argentina saat itu, José Pekerman, sudah lama mengetahui potensi Messi. Namun, di Argentina sendiri, namanya belum begitu dikenal karena ia meninggalkan Newell's Old Boys ke Barcelona sejak usia 13 tahun. Bahkan Marcelo Bielsa, yang pernah menukangi timnas, sempat meminta asistennya memutar ulang video latihan Messi karena mengira rekaman itu dipercepat. Kenyataannya, kecepatan dan kelincahan Messi memang menipu mata.
Pertandingan melawan Serbia dan Montenegro menjadi saksi lahirnya seorang ikon. Argentina sudah unggul 3-0 saat Messi masuk pada menit ke-74. Tiga menit kemudian, ia mengirim umpan silang yang diselesaikan Hernán Crespo. Setelah Tevez mencetak gol kelima, Messi menutup pesta dengan gol pada menit ke-88, memanfaatkan umpan matang Tevez. Gol itu menjadi yang pertama dari 13 gol Messi di Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang masa di turnamen tersebut. Ia juga memegang rekor penampilan terbanyak (26 laga).
Rodríguez, yang kini menjadi komentator, mengenang momen saat ia memberi semangat kepada Messi sebelum masuk lapangan. “Kami bertukar high-five, dan saya berbisik sesuatu di telinganya. Saya selalu bercanda bahwa saya menularkan ‘sihir’ padanya,” katanya. Di tribun, Diego Maradona melompat kegirangan, mengangkat tangan seolah merayakan gol. Dua dekade berselang, Lionel Scaloni yang saat itu duduk di bangku cadangan kini menjadi pelatih kepala Argentina, sementara Nestor Lorenzo menukangi Kolombia.
Yang paling mengejutkan adalah konsistensi Messi. Dua puluh tahun setelah debutnya, ia masih menjadi andalan Argentina di Piala Dunia 2026. Rodríguez memuji evolusi permainan Messi: “Dulu ia murni penggiring bola, sekarang ia lebih banyak berpikir, kemampuan umpannya luar biasa. Ia pemain paling lengkap sepanjang masa.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Messi menjadi inspirasi tentang dedikasi dan kemampuan beradaptasi. Di tengah gempuran pemain muda, Messi membuktikan bahwa bakat yang diasah dengan kerja keras dapat bertahan melawan usia. Pertanyaannya kini: mampukah ia membawa Argentina kembali ke puncak di Amerika Utara? Atau akankah generasi baru seperti Julián Álvarez mengambil alih tongkat estafet? Satu hal pasti, kisah Messi belum usai.



