Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Sumbawa Barat: Getaran Dangkal Terdeteksi di Kedalaman 10 Km
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 yang berpusat di tenggara Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (13/6/2026) pukul 10.25 WIB.
- Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini tergolong dangkal, namun kekuatannya relatif kecil sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan atau tsunami.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat wilayah NTB berada di jalur tektonik aktif yang kerap memicu aktivitas seismik.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di koordinat 10,38 Lintang Selatan dan 117,19 Bujur Timur, sekitar 184 kilometer di tenggara Sumbawa Barat, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.
Getaran dirasakan pada pukul 10.25.15 WIB, menurut keterangan resmi BMKG yang disiarkan melalui akun media sosial X. Meski kekuatannya tergolong kecil, kedalaman yang dangkal membuat gempa ini tetap terasa oleh sebagian warga di sekitar lokasi episenter. BMKG menegaskan bahwa informasi yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan data dari stasiun pemantau.
Wilayah NTB memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Sumbawa, yang kerap memicu aktivitas seismik. Gempa magnitudo 3,3 seperti yang terjadi hari ini termasuk dalam kategori gempa kecil yang umum terjadi dan jarang menimbulkan kerusakan berarti. Namun, masyarakat tetap diingatkan untuk selalu waspada, terutama terhadap gempa susulan yang mungkin menyusul.
Menurut catatan BMKG, gempa dengan magnitudo di bawah 4,0 jarang menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi getarannya dapat dirasakan oleh orang yang berada di dalam ruangan. Untuk gempa di kedalaman 10 km, energi seismik lebih terfokus sehingga getaran di permukaan terasa lebih jelas dibandingkan gempa yang lebih dalam dengan magnitudo serupa. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah rawan gempa seperti NTB, informasi dini dari BMKG menjadi krusial. Sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami terus dikembangkan untuk meminimalkan risiko. Gempa hari ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, yang menuntut kesiapsiagaan terus-menerus. BMKG mengimbau warga untuk tidak panik, namun tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang jika terjadi gempa yang lebih besar.
Ke depan, aktivitas seismik di wilayah Sumbawa dan sekitarnya perlu terus dipantau. Para ahli memperkirakan bahwa pergerakan lempeng di selatan NTB masih akan memicu gempa-gempa kecil dalam beberapa waktu ke depan. Pertanyaannya, apakah masyarakat dan infrastruktur di Sumbawa Barat sudah cukup siap menghadapi potensi gempa yang lebih besar?



