Katedral St. Vitus Prag Dapatkan 'Suara Baru' dari Organ Raksasa 6.000 Pipa
Baca dalam 60 detik
- Katedral St. Vitus di Praha meresmikan organ baru buatan Spanyol, menggantikan instrumen berusia 90 tahun yang kerap rusak.
- Proyek senilai 135 juta koruna (sekitar Rp103 miliar) didanai ribuan donatur melalui kampanye urun dana sejak 2017.
- Organ dengan 6.000 pipa ini diharapkan memperkaya liturgi dan konser di katedral bersejarah yang menjadi simbol kenegaraan Ceko.

Katedral St. Vitus di Praha, bangunan keagamaan terbesar di Republik Ceko yang telah berdiri selama tujuh abad, akhirnya memiliki organ baru yang diresmikan pada Senin lalu. Instrumen megah dengan 6.000 pipa ini tidak hanya akan mengiringi misa dan upacara keagamaan, tetapi juga menjadi pusat perhatian dalam serangkaian konser yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Uskup Agung Praha, Stanislav Pribyl, memberkati organ tersebut dalam sebuah misa yang diiringi musik dari Czech Philharmonic. Pertunjukan perdana menampilkan karya-karya Antonin Dvorak, Georg Friedrich Handel, Camille Saint-Saens, dan Joseph Haydn. "Katedral St. Vitus telah mendapatkan suara baru," kata Pribyl dalam pernyataannya. "Suara yang tidak akan berbicara dengan kata-kata, tetapi akan berbicara kepada hati."
Organ baru ini menggantikan instrumen lama yang selesai dibangun pada awal 1930-an. Sayangnya, ukurannya terlalu kecil untuk ruang monumental katedral dan sering mengalami kerusakan. Selama Perang Dunia II dan lebih dari 40 tahun kekuasaan komunis, tidak ada minat untuk memperbaikinya. Upaya membangun organ baru dimulai sekitar 14 tahun lalu, dan kampanye urun dana yang diluncurkan pada 2017 berhasil mengumpulkan lebih dari 135 juta koruna (sekitar Rp103 miliar) dari ribuan penyumbang.
Organ dengan empat keyboard ini dibuat di bengkel Gerhard Grenzing di El Papiol, dekat Barcelona, Spanyol. Grenzing, pembuat organ asal Jerman yang terkenal, telah membangun hampir 140 organ dan merestorasi lebih dari 90 instrumen bersejarah di berbagai negara. Setelah selesai di Spanyol, organ dibongkar dan bagian-bagiannya diangkut secara bertahap ke Praha menggunakan truk. Perakitan di katedral selesai setahun lalu, diikuti dengan penyetelan dan penalaan pipa yang memakan waktu berbulan-bulan.
Katedral St. Vitus bukan sekadar tempat ibadah. Bangunan ini merupakan simbol kenegaraan Ceko, tempat penobatan dan pemakaman raja-raja Ceko, serta penyimpanan mahkota kerajaan. Misa pemakaman Vaclav Havel, presiden pertama Republik Ceko, juga digelar di sini pada 23 Desember 2011. Dengan hadirnya organ baru, katedral ini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat spiritual dan budaya yang tak tergantikan.
Keberhasilan proyek organ St. Vitus menjadi contoh nyata bagaimana urun dana publik dapat mewujudkan proyek budaya berskala besar. Bagi Indonesia, kisah ini bisa menjadi inspirasi dalam upaya merawat dan memperbarui sarana ibadah atau kesenian yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pertanyaannya, mampukah kita menggalang partisipasi publik serupa untuk melestarikan warisan budaya sendiri?



