Dua Sisi Bursa Transfer Serie A: Mancini Setia ke Roma, Frattesi Tunggu Kepastian Inter
Baca dalam 60 detik
- Agen Beppe Riso membongkar sikap Gianluca Mancini yang menolak kenaikan gaji demi bertahan di Roma, sebuah gesta langka di era sepak bola modern.
- Davide Frattesi masih dalam teka-teki: minim menit bermain di Inter, namun peminat dari Juventus dan Premier League mulai berdatangan.
- Riso akan segera bertemu manajemen Inter untuk membahas masa depan Frattesi, sementara Mancini dianggap sebagai simbol loyalitas yang mengesankan fans.

Agen sepak bola Beppe Riso mengungkap sisi lain bursa transfer Serie A yang jarang terlihat: ada pemain yang rela menolak tawaran finansial lebih besar demi cinta pada klubnya, namun ada juga yang masih bergulat dengan ketidakpastian masa depan. Dua kliennya, Gianluca Mancini dan Davide Frattesi, menjadi contoh kontras di tengah hiruk-pikuk pasar pemain musim panas ini.
Mancini, bek AS Roma, disebut-sebut mendapat sejumlah tawaran menggiurkan dari klub Serie A lain pada awal musim panas. Namun, menurut Riso, sang pemain bersikukuh untuk tetap berseragam Giallorossi. “Saya justru ingin menjualnya, tetapi meski menerima tawaran penting dengan gaji lebih tinggi, dia tetap ingin bertahan di Roma dengan segala cara,” kata Riso kepada awak media, termasuk FCInter1908. Bahkan, Riso secara blak-blakan mengakui bahwa pelatih Gian Piero Gasperini dan direktur olahraga Tony D’Amico lebih berhasil meyakinkan Mancini untuk tidak hengkang. “Saya bilang kepadanya, ‘Kamu gila,’ tapi dia bahagia meski bisa mendapat penghasilan lebih. Saya pun senang untuknya,” tambah Riso.
Gestur Mancini dinilai sebagai bentuk pengabdian langka di tengah sepak bola yang semakin materialistis. Ia menolak godaan finansial dan memilih tetap di Roma, sebuah keputusan yang langsung disambut antusias oleh para pendukung. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah ini menjadi pengingat bahwa loyalitas masih ada di antara para pemain, terutama di klub-klub dengan basis fans fanatik seperti Roma.
Situasi berbeda dialami Davide Frattesi. Gelandang Inter Milan itu kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler di bawah asuhan Simone Inzaghi dan kemudian Cristian Chivu. Setiap jendela transfer, namanya terus dikaitkan dengan kepindahan, namun hingga kini belum ada realisasi. Riso mengakui bahwa masih perlu berbicara dengan Inter sebelum menentukan langkah. “Ini situasi yang berkembang. Saya akan temui Inter dulu, baru kami tahu,” ujarnya. Di sisi lain, Juventus dikabarkan siap menawarkan proposal agar Frattesi tetap di Serie A, sementara Nottingham Forest dari Premier League juga disebut-sebut sebagai peminat.
Bagi publik Indonesia yang gemar mengikuti Serie A, perkembangan Frattesi layak dicermati. Jika ia pindah ke Juventus, persaingan di lini tengah Bianconeri akan semakin ketat. Sementara jika memilih Premier League, ia akan menghadapi tantangan baru di liga yang lebih cepat dan fisik. Riso sendiri enggan berkomentar lebih jauh sebelum berbicara dengan Inter. “Frattesi punya naluri mencetak gol besar dan hati yang besar. Setelah saya bicara dengan Inter, kita lihat,” pungkasnya. Pertanyaannya, akankah musim panas ini menjadi titik balik bagi karier Frattesi, atau ia akan kembali bertahan di Inter seperti sebelumnya?



