Oliver Glasner Mulai Bangun Nottingham Forest Baru, Lucas Bergvall Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Elliot Anderson hengkang ke Manchester City dengan rekor £116 juta, memaksa Nottingham Forest mencari pengganti di lini tengah.
- Pelatih anyar Oliver Glasner membidik gelandang Swedia Lucas Bergvall yang bernilai £60 juta dari Tottenham Hotspur.
- Bergvall diyakini memiliki potensi serupa Anderson dan bisa menjadi batu loncatan kebangkitan Forest di bawah kepemimpinan Glasner.

Oliver Glasner resmi menukangi Nottingham Forest menggantikan posisi yang ditinggalkan pelatih sebelumnya. Namun, tantangan langsung sudah menanti: kehilangan gelandang andalan Elliot Anderson yang dilepas ke Manchester City dengan nilai transfer mencengangkan, £116 juta. Rekor tersebut sekaligus menjadikan Anderson sebagai pemain Inggris termahal kedua sepanjang sejarah.
Anderson, yang baru dua musim berseragam Forest setelah didatangkan dari Newcastle United seharga £35 juta, menjelma menjadi pilar utama. Gelandang berusia 23 tahun itu dinilai sebagai ‘salah satu gelandang terbaik Premier League’ oleh manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, sebelum Piala Dunia. Kepergiannya tentu meninggalkan lubang besar di skuad 'The Tricky Trees'.
Glasner tak tinggal diam. Melansir laporan The Telegraph, ia telah menempatkan Lucas Bergvall sebagai prioritas utama bursa transfer musim panas ini. Gelandang asal Swedia berusia 20 tahun itu dikabarkan ingin hengkang dari Tottenham Hotspur setelah kesulitan menembus tim utama dalam dua musim penuh. Spurs membanderolnya dengan harga £60 juta, meski angka tersebut dinilai bisa diturunkan mengingat minimnya menit bermain Bergvall.
Bergvall digambarkan sebagai gelandang elegan dengan visi permainan progresif dan kemampuan olah bola lincah. Meski belum matang sepenuhnya, ia diyakini memiliki potensi yang sama dengan Anderson saat direkrut dari Newcastle. Saat itu, Anderson juga bukan pemain jadi, tetapi berkembang pesat di bawah asuhan Nuno Espírito Santo. Pola serupa diharapkan terulang pada Bergvall, terlebih dengan kehadiran gelandang serbabisa Xaver Schagler yang baru direkrut secara gratis—rekan lama Glasner di Crystal Palace.
Perbandingan antara Bergvall dan Anderson memang tak bisa disamakan persis. Bergvall lebih halus dan berorientasi menyerang, namun kurang dalam hal fisik dan duel. Di sinilah peran Schagler dinilai krusial untuk menutupi kelemahan tersebut. Sementara itu, Anderson muncul di Newcastle ketika tim tengah bersinar, sementara Bergvall harus berjuang di Tottenham yang sedang terpuruk. Pengalaman itu justru bisa membentuk mental bajanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mayoritas mengikuti Premier League, langkah Nottingham Forest ini patut dicermati. Jika Bergvall bergabung, ia akan menjadi bagian dari proyek ambisius Glasner yang ingin mengembalikan Forest ke papan atas. Transfer ini juga bisa menjadi barometer sejauh mana klub berani berinvestasi pada pemain muda berbakat.
Pertanyaan besarnya, mampukah Bergvall mengikuti jejak Anderson menjadi bintang? Ataukah £60 juta akan menjadi taruhan mahal yang tak sepadan? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian awal bagi era baru Nottingham Forest.



