Vinicius Junior: Ancelotti Beri Kebebasan Penuh, Brasil Siap Gebrak Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Vinicius Junior mengaku mendapat kepercayaan penuh dari Carlo Ancelotti untuk bermain bebas di timnas Brasil pada Piala Dunia 2026.
- Pelatih asal Italia itu menerapkan strategi solid bertahan dan serangan balik cepat, membawa pengalaman serta gelar juara ke skuad Selecao.
- Pertandingan perdana Brasil melawan Maroko pada Minggu dini hari WIB menjadi ujian awal bagi era Ancelotti di turnamen akbar.

Vinicius Junior mengungkapkan bahwa pelatih Carlo Ancelotti memberinya kebebasan dan kepercayaan penuh untuk tampil maksimal bersama timnas Brasil pada Piala Dunia 2026. Penyerang Real Madrid itu menyebut pendekatan Ancelotti membuatnya yakin bisa mengulangi performa gemilangnya di level klub untuk negaranya.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Vinicius menjelaskan bahwa Ancelotti telah menanamkan filosofi permainan yang jelas: pertahanan kokoh dan transisi cepat ke serangan balik. “Kami solid di lini belakang dan siap melancarkan serangan balik, seperti yang selalu diminta Ancelotti,” ujar pemain berusia 24 tahun itu. Ia menambahkan bahwa pelatih asal Italia itu membawa segudang pengalaman dan koleksi trofi ke ruang ganti Brasil.
Brasil akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 pada Minggu dini hari WIB melawan Maroko. Laga ini menjadi debut Ancelotti sebagai pelatih kepala di turnamen empat tahunan tersebut, meskipun ia pernah menjadi asisten Arrigo Sacchi untuk Italia pada 1994. Kehadiran Ancelotti diharapkan mampu mengakhiri puasa gelar Brasil sejak 2002.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Brasil selalu menjadi tontonan menarik. Gaya menyerang khas Selecao yang dipadukan dengan disiplin taktik ala Eropa ala Ancelotti bisa menjadi resep sukses. Apalagi, Vinicius yang dikenal lincah dan kreatif di sayap mendapat lampu hijau untuk mengeksplorasi kemampuannya. “Saya merasa bebas dan dipercaya. Ancelotti yakin saya bisa melakukan untuk timnas apa yang saya lakukan untuk Real Madrid,” tegas Vinicius.
Namun, tantangan berat sudah menanti. Maroko, yang tampil impresif di Piala Dunia 2022 dengan mencapai semifinal, bukan lawan yang mudah. Pertandingan ini akan menguji sejauh mana kesiapan Brasil di bawah arahan Ancelotti. Apakah strategi bertahan dan serangan balik yang diusungnya cukup efektif menghadapi tim-tim tangguh?
Saat ditanya soal masa depannya di Real Madrid—mengingat kontraknya tersisa satu tahun—Vinicius memilih fokus pada tugasnya bersama timnas. “Saya hanya berbicara tentang tim nasional. Saat kembali ke Madrid, saya akan memikirkan Real dan musim depan,” ujarnya diplomatis. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh Vinicius untuk membawa Brasil berjaya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 2026.
Dengan kombinasi bakat individu dan arahan taktis dari pelatih sekelas Ancelotti, Brasil layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara. Namun, satu pertanyaan masih menggantung: akankah kebebasan yang diberikan Ancelotti berbuah manis, atau justru menjadi bumerang saat menghadapi tekanan turnamen?



