Kylian Mbappe Berjanji Tingkatkan Kontribusi Defensif demi Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kapten timnas Prancis mengakui kelemahan defensifnya dan berkomitmen berbenah demi kesuksesan tim di Piala Dunia.
- Data statistik menunjukkan Mbappe berada di peringkat terbawah untuk tekel dan intersepsi di antara pemain liga top Eropa.
- Prancis akan memulai perjuangan melawan Senegal, dengan Mbappe berpeluang menyamai rekor gol Olivier Giroud.

Kylian Mbappe, kapten tim nasional Prancis, secara terbuka berjanji untuk meningkatkan kontribusi defensifnya saat Les Bleus bersiap menghadapi laga perdana Piala Dunia melawan Senegal pada Selasa mendatang. Pengakuan ini muncul di tengah tekanan publik terhadap performa sang bintang Real Madrid, baik di level klub maupun negara.
Dalam wawancara dengan harian La Parisien, Mbappe mengaku mendapat 'candaan' dari adiknya, Ethan, yang bermain untuk Lille, mengenai kemampuan bertahannya yang minim. Menanggapi hal itu, pemain berusia 27 tahun tersebut menyadari perlunya perbaikan. "Saya harus mengambil langkah ekstra dalam pekerjaan defensif karena itu penting bagi tim," ujarnya. "Saya siap melakukan apa pun untuk menang."
Pernyataan ini menjadi sorotan mengingat data statistik menunjukkan kelemahan signifikan Mbappe di sektor pertahanan. Sepanjang musim lalu, ia hanya mencatatkan 0,14 tekel per 90 menit—terendah kelima di antara pemain liga top Eropa. Dalam peringkat gabungan intersepsi, blok, tekel, dan perebutan bola, Mbappe menempati posisi 1.350 dari 1.490 pemain yang tampil minimal 19 laga di lima liga utama Eropa. Angka ini kontras dengan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak La Liga musim lalu.
Kritik terhadap Mbappe disebut telah melampaui batas oleh rekan setimnya, Ousmane Dembele. Namun, tekanan memang meningkat setelah musim kedua Mbappe di Real Madrid berjalan sulit. Cedera hamstring, rumor ketidakpuasan di ruang ganti, serta kegagalan Los Blancos meraih trofi membuat sorotan semakin tajam. Meski demikian, Mbappe tetap menjadi andalan di panggung besar. Ia telah mencetak 12 gol dalam 14 laga Piala Dunia, termasuk hat-trick di final 2022 melawan Argentina.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Prancis di Piala Dunia selalu menarik perhatian. Dengan status juara bertahan, Les Bleus dianggap sebagai salah satu favorit. Namun, kelemahan defensif Mbappe bisa menjadi celah yang dieksploitasi lawan, terutama di fase gugur. Senegal, lawan pertama Prancis, memiliki pemain cepat seperti Sadio Mane yang bisa memanfaatkan situasi tersebut. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal apakah komitmen Mbappe benar-benar terwujud di lapangan.
Setelah Senegal, Prancis akan menghadapi Irak dan Norwegia di fase grup. Mbappe berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis jika mampu menambah satu gol lagi, melampaui rekor Olivier Giroud. Pertanyaan besarnya: apakah peningkatan kontribusi defensif akan mengorbankan ketajamannya di depan gawang? Atau justru membuatnya menjadi pemain yang lebih lengkap dan berbahaya?



