Kejutan di Matchday 5: Cabo Verde Tahan Spanyol, Empat Laga Berakhir Imbang
Baca dalam 60 detik
- Cabo Verde, debutan Piala Dunia, menahan Spanyol 0-0 berkat performa gemilang kiper Vozinha yang viral di media sosial.
- Empat pertandingan pada hari yang sama semuanya berakhir imbang, pertama kali dalam 68 tahun sejak 1958.
- Lamine Yamal (18 tahun) menjadi bintang Spanyol meski hanya bermain 19 menit, mencatat dribel terbanyak di laga itu.
Matchday 5 Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar ketika Cabo Verde, tim debutan dan salah satu negara terkecil di turnamen, sukses menahan imbang favorit juara Spanyol tanpa gol. Hasil ini menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia, mengingat kesenjangan peringkat dan pengalaman antara kedua tim.
Kiper berusia 40 tahun, Vozinha, menjadi pahlawan bagi Cabo Verde. Ia melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang membuat gawangnya tidak kebobolan. Menariknya, jumlah pengikut Instagram Vozinha melonjak dari 46.000 menjadi 5 juta hanya dalam satu hari, menunjukkan betapa besarnya dampak pertandingan ini di media sosial. Pelatih Bubista menyebut hasil ini sebagai salah satu hari terbesar dalam sejarah sepak bola Cabo Verde.
Di sisi lain, Spanyol tetap memiliki secercah harapan melalui Lamine Yamal. Remaja 18 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 dan langsung menjadi ancaman, mencatatkan dribel terbanyak di antara semua pemain dalam laga tersebut. Namun, ia tidak mampu menembus pertahanan rapat Cabo Verde yang disiplin sepanjang pertandingan.
Selain laga Spanyol vs Cabo Verde, tiga pertandingan lain juga berakhir imbang. Belgia ditahan 1-1 oleh Mesir setelah gol Emam Ashour dibalas oleh Romelu Lukaku. Uruguay juga harus puas berbagi angka 1-1 dengan Arab Saudi, di mana kiper Mohammed Alowais tampil gemilang sebelum akhirnya kebobolan di menit ke-80. Sementara itu, Iran dan Selandia Baru bermain 2-2 dalam pertandingan yang penuh drama dan saling balas gol.
Pertandingan Iran vs Selandia Baru menjadi tontonan menarik dengan enam gol tercipta. Chris Wood menjadi kreator gol pertama Selandia Baru sebelum Elijah Just mencetak dua gol. Namun, Iranไธคๆฌก menyamakan kedudukan melalui Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebbi. Hasil ini membuat Selandia Baru kini telah meraih empat hasil imbang beruntun di Piala Dunia setelah sebelumnya kalah dalam tiga laga perdana mereka.
Fakta menarik lainnya, Mohamed Salah menjadi pemain keempat di abad ini yang mencetak assist Piala Dunia pada hari ulang tahunnya. Sementara itu, Gavi (Spanyol) menjadi pemain keenam yang tampil di Piala Dunia kedua sebelum usia 22 tahun, bergabung dengan legenda seperti Pele dan Samuel Eto'o.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh kejutan. Tim-tim kecil seperti Cabo Verde mampu bersaing dengan raksasa dunia, menunjukkan bahwa peringkat FIFA tidak selalu menjadi jaminan. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi timnas Indonesia yang tengah berjuang meningkatkan performa di kancah internasional.
Matchday 6 akan menyajikan laga-laga menarik, termasuk Prancis vs Senegal dan Argentina vs Aljazair. Akankah kejutan lain terjadi? Yang jelas, Piala Dunia 2026 sejauh ini telah membuktikan bahwa tidak ada tim yang bisa diremehkan.



