Hasil Imbang di Kandang Lawan: Bosnia Puas, tapi Haus Lebih
Baca dalam 60 detik
- Timnas Bosnia dan Herzegovina mengawali Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan tuan rumah Kanada di Toronto.
- Pelatih Sergej Barbarez mengakui anak asuhnya kesulitan menguasai bola (hanya 39%) akibat pressing ketat Kanada, namun tetap puas dengan perjuangan tim.
- Laga berikutnya melawan Swiss diprediksi menjadi ujian terberat, dengan Bosnia bertekad tampil lebih berani dan mengincar kemenangan.
Timnas Bosnia dan Herzegovina harus puas dengan satu poin pada laga perdana Grup [sebut grup jika ada] Piala Dunia 2026, setelah ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Kanada di Toronto. Namun, hasil tersebut tak sepenuhnya memuaskan skuad asuhan Sergej Barbarez, yang merasa timnya sebenarnya mampu meraih lebih.
Bermain di hadapan publik sendiri, Kanada tampil agresif sejak menit awal. Strategi pressing tinggi dan penjagaan satu lawan satu yang diterapkan pelatih Kanada membuat Bosnia kesulitan mengembangkan permainan. Statistik mencatat, Bosnia hanya menguasai bola sebesar 39 persen sepanjang pertandingan. Padahal, sehari sebelum laga, Barbarez sempat mencanangkan permainan berani dan penguasaan bola sebagai kunci.
โKami ingin bermain dengan keberanian dan menguasai bola,โ ujar Barbarez dalam konferensi pers jelang laga. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Bosnia lebih banyak mengandalkan umpan panjang ke depan untuk memanfaatkan postur tinggi para penyerang, serta berharap memenangkan bola-bola kedua. Strategi itu baru sedikit berubah di babak kedua, ketika mereka mulai mencoba membangun serangan dari bawah.
Gelandang Tarik Muharemovic mengakui kesulitan timnya dalam membangun serangan. โSulit bermain banyak dengan bola karena mereka menekan keras dan menerapkan penjagaan satu lawan satu. Kami mencoba mengirim umpan panjang ke depan kepada penyerang tinggi dan berharap memenangkan bola liar. Baru di babak kedua kami mencoba bermain lebih. Kami tahu harus berusaha lebih keras dan bermain lebih banyak sepak bola,โ katanya usai laga.
Barbarez pun sepakat bahwa kurangnya pengalaman menjadi faktor utama. โAda banyak pemain muda di tim ini dan mereka kurang pengalaman. Terkadang, saat merasa terlalu aman, kepasifan menghalangi kami. Ini soal pengalaman, dan tekanannya sangat besar karena ini adalah pertandingan pertama melawan tuan rumah Piala Dunia. Kami berjuang dengan cara terbaik, dan pada akhirnya saya harus puas,โ ujar pelatih asal Bosnia itu.
Meski tampil defensif, Bosnia nyaris mencuri kemenangan lewat serangan balik di babak kedua. Kiper Nikola Vasilj menyebut ada satu peluang emas saat pemain Bosnia berhadapan satu lawan satu dengan kiper Kanada. โKami punya satu situasi di mana kami satu lawan satu dengan kiper dan mungkin bisa menyelesaikan pertandingan di sana. Kami juga punya beberapa momen bertahan yang bagus, dan pada akhirnya satu poin adalah hasil yang baik bagi kami hari ini,โ kata Vasilj.
Kini perhatian beralih ke laga kedua yang diprediksi menjadi ujian terberat: melawan Swiss. Swiss dianggap sebagai favorit grup, namun Muharemovic enggan gentar. โSemua orang menganggap Swiss sebagai favorit di grup ini. Kami hormat kepada mereka, tapi mereka juga harus hormat kepada kami. Kami tahu lawan seperti apa yang akan datang. Jika kami bertarung sebagai tim seperti hari ini, kami mampu mencetak lebih banyak gol,โ tegasnya.
Bagi Indonesia, perjuangan Bosnia melawan tim unggulan seperti Kanada dan Swiss bisa menjadi pelajaran berharga. Mentalitas pantang menyerah dan adaptasi taktik di tengah tekanan adalah kunci yang juga relevan bagi Timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan-lawan kuat di kancah Asia. Akankah Bosnia mampu bangkit dan merebut poin penuh di laga krusial melawan Swiss? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



