Elkan Baggott Bertahan di Ipswich Town: Peluang Bersejarah Tampil di Premier League?
Baca dalam 60 detik
- Ipswich Town resmi mempertahankan Elkan Baggott untuk musim 2026/2027 setelah promosi ke Premier League.
- Bek Timnas Indonesia berusia 23 tahun itu masih terikat kontrak hingga 2028, namun minim menit bermain di musim lalu.
- Jika diberi kesempatan, Baggott bisa menjadi pemain Indonesia pertama yang merumput di kasta tertinggi Liga Inggris.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539807/original/057916100_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-08.jpg)
Ipswich Town memastikan Elkan Baggott tetap menjadi bagian dari skuad mereka untuk musim 2026/2027, membuka peluang bagi bek Timnas Indonesia itu untuk mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama dari tanah air yang tampil di Premier League.
Klub yang baru saja promosi dari Championship itu mengumumkan daftar pemain yang dipertahankan dan dilepas pada akhir pekan lalu. Dari 15 pemain yang dipastikan bertahan, nama Baggott masuk di dalamnya berkat kontrak yang masih berlaku hingga Juni 2028. Ipswich Town bahkan baru memperpanjang masa bakti pemain berusia 23 tahun itu selama tiga tahun pada Agustus 2025, meskipun ia jarang mendapat kesempatan bermain.
Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar. Sepanjang musim lalu, Baggott hanya dua kali turun sebagai pemain pengganti di Piala FA, tanpa satu pun penampilan di Championship. Total, sejak menandatangani kontrak profesional pada awal 2021, ia baru bermain sembilan kali untuk tim utama The Tractor Boys dengan akumulasi 644 menit. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan status pinjaman ke lima klub berbeda: King's Lynn Town, Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, dan Blackpool.
Meski minim menit bermain, keputusan Ipswich Town mempertahankan Baggott menunjukkan bahwa klub masih melihat potensi dalam diri pemain jebolan akademi mereka. Namun, persaingan di Premier League jelas jauh lebih ketat. Manajer Ipswich Town kemungkinan akan mempertimbangkan opsi meminjamkan Baggott lagi, terutama ke klub Championship, untuk memberinya pengalaman bertanding sebelum benar-benar layak bersaing di level tertinggi.
Bagi sepak bola Indonesia, situasi ini menjadi sorotan. Jika Baggott akhirnya diberi kepercayaan tampil di Premier League, ia akan menjadi pionir. Sebelumnya, beberapa pemain Indonesia seperti Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly hanya bermain di liga-liga Eropa level kedua atau ketiga. Kehadiran Baggott di Premier League bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dan bukti bahwa talenta lokal mampu menembus kompetisi elite dunia.
Namun, jalan menuju lapangan hijau masih panjang. Baggott harus bekerja keras meyakinkan staf pelatih Ipswich Town bahwa ia layak mendapatkan tempat. Dengan kontrak jangka panjang, klub tampaknya tidak terburu-buru melepasnya. Pertanyaan besarnya: apakah ia akan menjadi bagian dari rencana utama atau kembali menjalani masa peminjaman?



