Balogun Bintang Pesta Pembuka Piala Dunia: AS Hajar Paraguay 4-1
Baca dalam 60 detik
- Folarin Balogun mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 AS atas Paraguay pada laga perdana Piala Dunia 2026.
- Pertandingan di Los Angeles Stadium menjadi panggung bagi para pemain kunci seperti Christian Pulisic dan Gio Reyna.
- Kemenangan ini menempatkan AS sebagai salah satu favorit Grup A, dengan laga selanjutnya melawan Australia.
Folarin Balogun menjadi bintang saat Amerika Serikat membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay di Los Angeles Stadium. Dua gol penyerang AS Monaco itu mengantar tim asuhan Mauricio Pochettino meraih hasil impresif di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.
Pertandingan yang disaksikan deretan selebritas Hollywood, termasuk Katy Perry yang membuka acara, langsung berjalan sengit. Paraguay sempat mengancam melalui Antonio Sanabria, namun kiper Matt Freese sigap mengamankan gawang. Justru AS unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Damian Bobadilla pada menit ketujuh setelah umpan silang Weston McKennie mengenai bek Paraguay tersebut.
Keunggulan itu membuka keran gol AS. Sergino Dest nyaris mencetak gol sebelum Balogun membobol gawang Paraguay pada menit ke-31, memanfaatkan assist Christian Pulisic. Striker berusia 23 tahun itu kemudian menggandakan keunggulan di masa injury time babak pertama, setelah menerima umpan terobosan Malik Tillman dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang Omar Gill.
Paraguay mencoba bangkit di babak kedua dengan memasukkan Mauricio. Pergantian itu membuahkan hasil pada menit ke-73 saat pemain pengganti tersebut memanfaatkan umpan Julio Enciso untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, AS kembali mengendalikan permainan. Gio Reyna memastikan kemenangan dengan gol spektakuler dari jarak jauh pada menit ke-90+8, menutup pesta sempurna tuan rumah.
Bagi Indonesia, performa AS ini menjadi catatan menarik. Timnas Indonesia sendiri belum pernah lolos ke Piala Dunia, namun perkembangan sepak bola Amerika Serikat di bawah arahan Pochettino bisa menjadi tolok ukur bagi negara berkembang seperti Indonesia. Kecepatan transisi dan efektivitas penyelesaian akhir yang ditunjukkan AS menjadi pelajaran berharga.
Kemenangan ini menempatkan AS di puncak klasemen Grup A sementara. Langkah selanjutnya, anak asuh Pochettino akan menghadapi Australia, sementara Paraguay akan berusaha bangkit melawan lawan lain. Pertanyaannya, mampukah AS mempertahankan performa ini hingga fase gugur?



