Piala Dunia 2026 Dibuka: Kanada vs Bosnia, Empat Bintang Serie A Tampil
Baca dalam 60 detik
- Kanada dan Bosnia memulai Piala Dunia 2026 di Toronto dengan empat pemain Serie A di susunan awal.
- Jonathan David (Juventus) dan Ismael Kone (Sassuolo) memperkuat Kanada, sementara Bosnia mengandalkan Tarik Muharemovic dan Sead Kolasinac.
- Laga ini menjadi pengingat pahit bagi Italia yang gagal lolos setelah kalah adu penalti dari Bosnia di play-off.

Empat pemain yang berlaga di Serie A Italia menjadi sorotan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara tuan rumah Kanada dan Bosnia-Herzegovina di Toronto, Jumat malam waktu setempat. Pertandingan ini bukan sekadar partai pertama turnamen, melainkan juga menyimpan ironi tersendiri bagi pendukung Italia yang kehilangan tempat setelah dikalahkan Bosnia di babak play-off Maret lalu.
Kanada, sebagai salah satu tuan rumah bersama Meksiko dan Amerika Serikat, menurunkan kekuatan terbaiknya. Pelatih John Herdman memasang Jonathan David, penyerang Juventus yang tengah on-fire, sebagai ujung tombak. Di lini tengah, Ismael Kone yang memperkuat Sassuolo diharapkan menjadi motor serangan. Keduanya menjadi andalan Kanada untuk meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Di kubu Bosnia, keputusan pelatih Ivaylo Petev mengejutkan banyak pihak. Dua nama besar, Edin Dzeko dan remaja berbakat Kerim Alajbegovic, hanya duduk di bangku cadangan. Sebagai gantinya, lini belakang Bosnia diperkuat dua pemain Serie A: Tarik Muharemovic (Sassuolo) dan Sead Kolasinac (Atalanta). Keduanya diharapkan mampu meredam agresivitas serangan Kanada.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain dari liga Eropa, khususnya Italia, menjadi tulang punggung tim nasional negara lain. Fenomena ini mirip dengan banyaknya pemain keturunan atau naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia, seperti yang berasal dari Belanda atau Jerman. Kehadiran pemain Serie A di Kanada dan Bosnia membuktikan bahwa talenta global semakin tersebar.
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran berharga. Setelah kalah adu penalti dari Bosnia di play-off, Azzurri harus menonton turnamen dari rumah. Laga Kanada vs Bosnia menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara sukses dan kegagalan di pentas tertinggi sepak bola.
Ke depan, hasil pertandingan ini akan menentukan peta persaingan Grup A. Jika Kanada mampu memanfaatkan dukungan publik, mereka berpeluang besar melaju ke fase gugur. Sebaliknya, Bosnia yang tanpa Dzeko sejak awal harus membuktikan bahwa keputusan pelatihnya tepat. Akankah strategi Petev berbuah manis, atau justru menjadi blunder yang berujung pada kekalahan?
