Juventus Siap Jual Bintang Demi Perbaiki Keuangan: Hanya Empat Pemain Tak Tersentuh
Baca dalam 60 detik
- Direktur baru Juventus, Giovanni Carnevali, menegaskan prioritas klub adalah menjual pemain untuk memperkuat keuangan setelah gagal lolos ke Liga Champions.
- Empat pemain yang dianggap tak tergantikan adalah Kenan Yildiz, Manuel Locatelli, Pierre Kalulu, dan Weston McKennie.
- Pemain seperti Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, dan Gleison Bremer bisa dilepas, sementara kontrak Dusan Vlahovic masih dalam negosiasi.

Juventus memasuki era baru di bawah kepemimpinan direktur Giovanni Carnevali. Dalam pertemuan perdananya dengan pelatih Luciano Spalletti di Forte dei Marmi, Sabtu lalu, Carnevali memaparkan strategi besar: menjual pemain bintang demi menyehatkan keuangan klub. Langkah ini menjadi keniscayaan setelah Bianconeri gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan Tuttosport, Carnevali yang baru menjabat sebagai General Manager dan CEO menegaskan bahwa prioritas utama adalah memperkuat posisi finansial. Hal ini mendorong klub untuk membuka pintu bagi tawaran terhadap sejumlah pemain, termasuk nama-nama besar. Hanya empat pemain yang dinyatakan tak bisa diganggu: Kenan Yildiz, Manuel Locatelli, Pierre Kalulu, dan Weston McKennie.
Keputusan ini menandai perubahan haluan yang signifikan. Sebelumnya, Juventus kerap mempertahankan pemain inti meski dalam tekanan finansial. Kini, klub asal Turin itu siap melepas Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, dan Gleison Bremer jika ada tawaran yang menguntungkan. Langkah ini diyakini akan memberikan dana segar untuk belanja pemain baru sekaligus mengurangi beban gaji.
Di sisi lain, nasib Dusan Vlahovic masih menggantung. Striker asal Serbia itu dijadwalkan bertemu Carnevali untuk membahas perpanjangan kontrak. Sebelumnya, negosiasi dengan pendahulu Carnevali, Damien Comolli, menemui jalan buntu. Jika tak ada kesepakatan, Vlahovic bisa meninggalkan Allianz Stadium secara gratis pada akhir bulan ini. Situasi ini menambah urgensi bagi Juventus untuk segera mengambil keputusan.
Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada Senin di Turin, yang akan melibatkan seluruh jajaran direktur Juventus. Pertemuan formal ini diharapkan menghasilkan rencana operasional yang lebih konkret. Bagi pengamat sepak bola, langkah Juventus ini mencerminkan realitas baru klub-klub besar Eropa yang harus beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ketat. Di Indonesia, situasi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub lokal yang mulai menerapkan manajemen keuangan profesional.
Ke depan, Juventus harus menyeimbangkan antara ambisi kompetitif dan kesehatan finansial. Apakah langkah ini akan membawa Bianconeri kembali ke puncak, atau justru mengorbankan daya saing jangka pendek? Pertanyaan itu masih menggantung, menanti jawaban dari bursa transfer musim panas ini.



