Milan Kian Terpojok: Frankfurt Pasang Tarif Mahal untuk Krösche
Baca dalam 60 detik
- AC Milan kembali membidik Markus Krösche sebagai direktur teknis setelah Rangnick batal bergabung.
- Eintracht Frankfurt mematok kompensasi €7,5-10 juta jika ingin memboyong Krösche.
- Krösche menuntut kendali penuh, termasuk membawa staf sendiri, yang berpotensi memperumit negosiasi.

AC Milan kembali menghadapi jalan terjal dalam upaya merombak jajaran manajemen senior mereka. Setelah kegagalan mendatangkan Ralf Rangnick, klub raksasa Serie A itu kini mengarahkan bidikan ke Markus Krösche, direktur teknis Eintracht Frankfurt. Namun, langkah tersebut tidak akan mudah karena Frankfurt dikabarkan mematok harga mahal untuk melepas pria Jerman itu.
Kekosongan manajemen di San Siro terjadi setelah Milan memutuskan berpisah dengan pelatih kepala Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani sehari setelah musim 2025-26 berakhir. Situasi ini memaksa klub mencari figur baru yang mampu membangun kembali struktur organisasi yang solid.
Nama Krösche sebenarnya sudah dikaitkan dengan Milan sejak awal musim lalu. Namun, saat itu prioritas utama klub adalah Rangnick, mantan eksekutif Red Bull yang sempat dianggap sebagai kandidat ideal. Negosiasi dengan Rangnick kandas setelah Milan dinilai terlalu lamban mengambil keputusan, terutama menjelang Piala Dunia 2026. Rangnick akhirnya memilih memperpanjang kontrak dengan tim nasional Austria.
Kini, Krösche kembali menjadi favorit. Namun, ia membawa syarat yang tidak ringan. Menurut laporan Calciomercato, Krösche menginginkan kendali penuh atas sektor olahraga Milan, termasuk wewenang merekrut staf sendiri. Jika permintaan ini dipenuhi, ia berencana membawa serta Timmo Hardung dari Frankfurt untuk menjabat sebagai direktur olahraga.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. AC Milan memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia, dan setiap perubahan manajemen selalu menjadi sorotan. Jika Krösche berhasil direkrut, gaya manajemennya yang agresif di pasar transfer bisa berdampak pada strategi perekrutan pemain, termasuk kemungkinan merekrut pemain Asia yang potensial. Namun, tuntutan kendali penuh dari Krösche bisa menimbulkan gesekan dengan pemilik klub, yang selama ini cenderung intervensif.
Frankfurt sendiri tampaknya tidak akan melepas Krösche dengan mudah. Klub Jerman itu sadar bahwa mereka memegang kunci negosiasi. Dengan kontrak Krösche yang masih panjang, mereka bisa menaikkan harga jual. Situasi ini mengingatkan pada kasus Rangnick, di mana Milan gagal karena keraguan. Pertanyaannya, apakah manajemen Milan kali ini akan bergerak cepat atau kembali kehilangan momentum?
Ke depan, keputusan Milan akan menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan. Jika Krösche datang, ia bisa membawa filosofi sepak bola modern ala Jerman yang menekankan pressing tinggi dan pengembangan pemain muda. Namun, jika negosiasi gagal, Milan harus kembali ke papan gambar mencari kandidat lain di tengah tekanan waktu untuk mempersiapkan musim depan.



