Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Ajang Taruhan Terbesar Sepanjang Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Macquarie memperkirakan total taruhan global mencapai 50 miliar dolar AS, naik 43 persen dibanding edisi 2022.
- Ekspansi peserta dari 32 menjadi 48 tim serta legalisasi judi olahraga di AS menjadi pendorong utama lonjakan ini.
- Kelompok pegiat antiperjudian memperingatkan risiko kecanduan dan kerugian finansial massal, terutama di kalangan pria muda.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diproyeksikan menjadi ajang taruhan olahraga paling masif dalam sejarah. Lembaga jasa keuangan Macquarie memperkirakan nilai total taruhan global mencapai 50 miliar dolar AS, atau sekitar 37,4 miliar poundsterling, dengan rata-rata 500 juta dolar AS per pertandingan.
Angka tersebut melonjak 43 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencatatkan 35 miliar dolar AS. Analis Macquarie, Chad Benyon, menyebut ekspansi jumlah tim dari 32 menjadi 48 sebagai faktor utama. Turnamen tahun depan akan memainkan lebih dari 100 pertandingan dalam enam pekan, naik signifikan dari 64 laga pada edisi sebelumnya.
Faktor lain yang mendorong lonjakan adalah zona waktu yang menguntungkan di Amerika Utara, yang dinilai akan meningkatkan jumlah penonton global, terutama dari Eropa, Amerika Latin, dan Afrika. Selain itu, pasar judi olahraga di Amerika Serikat terus berkembang: sekitar 65 persen populasi kini dapat bertaruh secara legal, naik dari 40 persen pada 2022. Ini menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai edisi pertama yang dapat diakses oleh mayoritas warga AS untuk memasang taruhan.
Namun, Benyon memperingatkan bahwa turnamen ini bisa menjadi keuntungan sesaat bagi raksasa judi jika mereka gagal mengonversi penjudi musiman menjadi pelanggan tetap. Perusahaan yang memiliki platform kasino dinilai paling diuntungkan dari gelombang taruhan ini.
Di sisi lain, kelompok pegiat antiperjudian menyuarakan kekhawatiran serius. Les Bernal, direktur nasional Stop Predatory Gambling, menyatakan bahwa "ratusan ribu orang di seluruh dunia, terutama pria muda, akan mengalami utang dan kesulitan keuangan yang mengubah hidup" akibat perjudian selama Piala Dunia. Ia menambahkan bahwa 99 dari 100 penjudi olahraga mengalami kerugian jangka panjang, dan model bisnis operator judi sepenuhnya bergantung pada mereka yang telah menjadi pecandu. "Kecanduan ini menyebabkan korban bunuh diri pada tingkat yang tidak seperti kecanduan lainnya," ujarnya.
Di Inggris, kampanye reformasi perjudian Matt Zarb-Cousin memperingatkan bahwa penjudi Piala Dunia akan "dipromosikan silang dengan konten kasino yang lebih adiktif". Sebuah laporan National Centre for Social Research menunjukkan bahwa 79 persen pendapatan perusahaan judi di Inggris berasal dari 10 persen pengeluaran tertinggi, yaitu mereka yang bertaruh setidaknya 5.639 poundsterling per tahun.
Bagi Indonesia, meskipun perjudian dilarang keras, fenomena ini tetap relevan. Maraknya situs judi online ilegal dan iklan terselubung di media sosial kerap menargetkan masyarakat Indonesia. Potensi kerugian finansial dan dampak sosial akibat judi online, termasuk selama ajang olahraga besar, menjadi perhatian serius bagi regulator dan aparat penegak hukum.
Di tengah lonjakan taruhan, regulasi di Amerika Serikat justru semakin ketat. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) baru saja mengusulkan larangan taruhan pada topik seperti "terorisme, pembunuhan, perang, perjudian, atau tindakan yang melanggar hukum". Langkah ini menyusul kontroversi seputar pasar prediksi yang memungkinkan taruhan pada perang Iran dan Ukraina. Operator Kalshi telah menghentikan pasar semacam itu, sementara Polymarket masih menjalankannya tanpa memungut biaya.
Pertanyaan besarnya: akankah gelombang taruhan Piala Dunia 2026 meninggalkan warisan berupa kerugian finansial massal dan kecanduan, atau justru mendorong regulasi yang lebih ketat di berbagai negara?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909196/original/091860900_1722788402-Borneo_FC_-_Ilustrasi_Logo_Borneo_FC_2024_copy.jpg)