Sunderland Incar Gelandang Kreatif Celtic untuk Perkuat Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Sunderland, yang lolos ke Liga Europa, dikabarkan tertarik mendatangkan gelandang Celtic Arne Engels dengan nilai transfer di atas Β£22 juta.
- Engels, yang disebut 'kelas dunia' dalam situasi bola mati, mencatatkan tujuh peluang emas di Liga Europa musim ini, hanya kalah dari Iago Aspas.
- Jika bergabung, pemain berusia 22 tahun itu diharapkan menjadi versi baru Enzo Le Fee yang mampu menjadi kreator serangan di lini tengah Sunderland.

Keberhasilan Sunderland finis di peringkat ketujuh Liga Primer Inggris musim 2025/2026 dan memastikan tiket ke Liga Europa membuat klub asal Wearside itu berancang-ancang memperkuat skuad. Salah satu target yang santer dikabarkan adalah gelandang serang Celtic, Arne Engels, yang dinilai memiliki profil kreatif mirip dengan Enzo Le Fee.
Menurut laporan Tuttomercatoweb yang dikutip Sport Witness, Sunderland bersama Nottingham Forest telah melakukan kontak awal dengan Celtic untuk menanyakan kemungkinan transfer pemain asal Belgia tersebut. Nilai transfer diperkirakan menembus angka Β£22 juta, dua kali lipat dari harga yang dibayarkan Celtic ke Augsburg pada 2024.
Engels, yang baru berusia 22 tahun, telah menunjukkan kematangan di panggung Eropa. Sepanjang musim ini, ia tampil dalam 98 pertandingan untuk Celtic di semua kompetisi dan mencetak 17 gol, termasuk satu gol di final Piala Skotlandia bulan lalu. Namun, yang paling menonjol adalah kemampuannya sebagai kreator serangan, terutama dari situasi bola mati.
Perbandingan dengan Enzo Le Fee bukan tanpa alasan. Le Fee, yang didatangkan dari Roma, langsung menjadi motor serangan Sunderland dengan catatan 13 peluang emas dan expected assist (xA) 5,92 β tertinggi di tim. Manajer Regis Le Bris membutuhkan pemain serupa yang bisa tampil konsisten di kompetisi Eropa. Engels, yang pernah bermain di Bundesliga, Liga Europa, dan Liga Champions bersama Augsburg dan Celtic, dianggap tidak akan gentar menghadapi tekanan.
Namun, ada satu catatan penting: Engels belum pernah bermain di Liga Primer Inggris. Meski demikian, rekam jejaknya di Eropa dan usianya yang masih muda menjadi nilai jual. Sunderland melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang bisa berkembang bersama tim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Sunderland di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub yang sempat terdegradasi ke Championship kini kembali bersaing di papan atas dan Eropa. Jika transfer Engels terealisasi, ini akan menjadi sinyal bahwa Sunderland serius membangun tim yang kompetitif di kancah Eropa, sekaligus membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara untuk bergabung di masa depan β mengingat klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah Sunderland bersedia mengeluarkan dana besar untuk pemain yang belum teruji di Premier League? Atau justru Nottingham Forest yang akan memanfaatkan pengalaman Engels di Inggris? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer kedua klub.



