Pundit BBC Mulai Pilih Starting XI Inggris untuk Piala Dunia 2026: Siapa Andalan Tuchel?
Baca dalam 60 detik
- Para pengamat BBC Sport telah merilis komposisi tim utama Inggris untuk laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Kroasia, dengan sejumlah kejutan di lini belakang dan depan.
- Jude Bellingham diproyeksikan menjadi playmaker nomor 10, menggeser Morgan Rogers yang tampil impresif di laga uji coba, sementara Marcus Rashford lebih dipilih ketimbang Anthony Gordon.
- Keputusan akhir tetap di tangan Thomas Tuchel, namun kedalaman skuad The Three Lions disebut memungkinkan rotasi besar-besaran sepanjang turnamen.

Jelang laga pembuka Grup Piala Dunia 2026 melawan Kroasia pada 17 Juni mendatang di Dallas, para pengamat BBC Sport mulai berspekulasi mengenai susunan pemain utama Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Perdebatan tidak hanya berkutat pada siapa yang layak menjadi kiper atau bek tengah, tetapi juga apakah Jude Bellingham akan benar-benar menjadi otak serangan sejak menit pertama.
Di bawah mistar, Jordan Pickford menjadi pilihan yang tak terbantahkan. Namun, di lini belakang, perdebatan mengemuka: apakah John Stones layak diduetkan dengan Marc Guehi, atau justru Ezri Konsa yang lebih pantas? Salah satu pundit memilih Stones karena kemampuannya membangun serangan dari belakangโsebuah aset berharga saat Inggris perlu menguasai bola. Sementara itu, posisi bek kiri menjadi milik Nico O'Reilly, meskipun Djed Spence sempat diturunkan di laga uji coba melawan Selandia Baru.
Lini tengah menjadi sorotan utama. Elliot Anderson dan Declan Rice diproyeksikan sebagai poros ganda, dengan Anderson dianggap mampu memulai serangan berkat kualitas umpannya. Sementara Rice, seperti biasa, menjadi jangkar pertahanan. Di posisi nomor 10, Bellingham unggul tipis atas Morgan Rogers. "Dia pemain besar," ujar seorang pundit, seraya menambahkan bahwa Bellingham dan Harry Kane adalah dua bintang sejati di skuad ini.
Di lini depan, Bukayo Saka dianggap otomatis mengisi sayap kanan, sementara Marcus Rashford lebih dipilih daripada Anthony Gordon di sisi kiri. Harry Kane, tanpa diragukan lagi, menjadi ujung tombak. Namun, satu pundit mengakui bahwa ia tidak keberatan jika Morgan Rogers dimainkan di posisi sayap sebagai alternatif. "Saya benci melakukan ini... Saya memilih XI ini karena saya pikir ini tim yang paling seimbang untuk memulai turnamen," katanya.
Kedalaman skuad Inggris menjadi tema berulang. Para pundit menekankan bahwa tim utama yang dipilih bukanlah harga mati. "Anda bisa mengganti tujuh pemain dari tim ini karena skuadnya sangat bagus," ujar salah satu pengamat. Hal ini memberi Tuchel fleksibilitas taktis yang langka, terutama di tengah jadwal padat Piala Dunia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perdebatan ini menarik karena Inggris selalu menjadi tim yang banyak diikuti. Dengan banyaknya pemain keturunan atau yang bermain di Premier League yang juga menjadi idola di Tanah Air, komposisi skuad The Three Lions kerap menjadi bahan diskusi hangat. Apakah Tuchel akan mempertahankan pilihan para pundit atau justru membuat kejutan? Jawabannya baru akan diketahui saat peluit kick-off berbunyi.



