Morocco Pede ke Semifinal Piala Dunia Usai Tahan Imbang Brasil
Baca dalam 60 detik
- Morocco menahan Brasil 1-1 di laga perdana Piala Dunia, menunjukkan peningkatan performa setelah sukses di Qatar 2022.
- Pelatih Mohamed Ouahbi optimistis timnya bisa melampaui capaian semifinal, dengan keberanian bermain di bawah tekanan sebagai modal utama.
- Hasil ini membuka peluang Morocco lolos ke fase gugur, sekaligus menjadi sinyal kebangkitan sepak bola Afrika di panggung global.
Morocco membuktikan diri bukan sekadar tim kejutan setelah menahan imbang Brasil 1-1 dalam laga perdana Piala Dunia di Stadion New York New Jersey, Sabtu (13/6) waktu setempat. Hasil ini menegaskan ambisi skuad asuhan Mohamed Ouahbi untuk melangkah lebih jauh dari semifinal, capaian bersejarah yang mereka raih empat tahun lalu di Qatar.
Pelatih Ouahbi sebelumnya sudah menyatakan bahwa Morocco siap meninggalkan status sebagai tim underdog. Keyakinan itu terbukti di lapangan saat anak asuhnya tampil berani menguasai bola dan menekan Brasil, tim yang lima kali menjadi juara dunia. โKami tidak takut bermain di bawah tekanan. Itu kualitas besar yang kami miliki,โ ujar Ouahbi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Gol pembuka Morocco dicetak oleh Ismael Saibari pada babak pertama, memanfaatkan kelengahan lini belakang Brasil yang tampil kurang kompak. Namun, keunggulan itu hanya bertahan hingga menit ke-32 ketika Vinicius Jr menyamakan kedudukan. Di babak kedua, Ouahbi melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan tim, meski intensitas pertandingan tetap tinggi dan beberapa kesalahan mulai bermunculan.
Dukungan suporter Morocco yang hadir di stadion juga menjadi sorotan. Meskipun jumlah mereka diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari total penonton, sorakan mereka terdengar dominan. โMereka berhasil menipu saya, seolah jumlahnya jauh lebih banyak. Saya harap mereka menikmati pertandingan malam ini,โ kata Ouahbi. Atmosfer itu menjadi energi tambahan bagi tim untuk terus tampil percaya diri.
Bagi sepak bola Indonesia, pencapaian Morocco memberikan pelajaran berharga. Keberanian bermain terbuka melawan tim besar dan konsistensi performa di turnamen global adalah kunci yang bisa dipelajari. Timnas Indonesia, yang tengah membangun fondasi menuju Piala Dunia 2026, perlu meniru pendekatan Morocco dalam membangun mentalitas kompetitif dan pengembangan pemain muda. Jika Morocco bisa bersaing dengan Brasil, bukan tidak mungkin Indonesia keluar dari zona nyaman di kancah internasional.
Ouahbi menegaskan bahwa hasil imbang ini bukan akhir dari perjalanan. โSaya ingin melampaui semifinal. Satu poin cukup untuk saat ini, dan kami akan terus meningkat,โ ujarnya. Pertanyaan besarnya: bisakah Morocco mempertahankan performa ini di laga-laga berikutnya? Jika ya, mereka bukan hanya akan menjadi mimpi buruk bagi lawan, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Afrika yang patut diperhitungkan.



