Debut Spektakuler: Emily Cassap Cetak Gol 66 Detik Setelah Masuk, Timnas Irlandia Utara Kalah Tipis dari Swiss
Baca dalam 60 detik
- Emily Cassap mencetak gol pada debutnya bersama timnas senior Irlandia Utara hanya 66 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti.
- Gol tersebut tercipta saat timnya tertinggal 0-2 dari Swiss, namun tak mampu menyelamatkan kekalahan 1-2.
- Cassap, yang sebelumnya membela Inggris di level junior, kini menjadi pemain kedua yang diberi debut oleh pelatih Michael McArdle.

Emily Cassap, gelandang Sunderland yang baru pertama kali membela timnas senior Irlandia Utara, mencatatkan debut yang tak terlupakan dengan mencetak gol hanya 66 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti. Gol tersebut disebutnya sebagai yang terbaik sepanjang kariernya, meski timnya harus mengakui keunggulan Swiss 1-2 dalam laga uji coba.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu melihat Swiss unggul lebih dulu melalui gol Geraldine Reuteler dan Smilla Vallotto. Tertinggal dua gol dengan sisa waktu lima menit, pelatih Michael McArdle memasukkan Cassap yang baru berusia 19 tahun. Tanpa ragu, Cassap melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Swiss, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Sayangnya, waktu tak cukup bagi Irlandia Utara untuk menyamakan kedudukan.
"Saya sangat terkejut saat bola datang ke arah saya, saya hanya berpikir 'ayo tendang' dan saya sangat senang bola masuk," ujar Cassap kepada BBC Sport NI. "Ini mungkin gol terbaik yang pernah saya cetak. Saya hanya berpikir akan mencoba dan hasilnya luar biasa."
Cassap, yang memenuhi syarat membela Irlandia Utara melalui garis keturunan orang tua, sebelumnya memperkuat timnas Inggris di level U-19. Ia bergabung dengan skuad senior Irlandia Utara pada jendela internasional ini setelah menunjukkan performa impresif bersama tim U-19. Cassap menjadi pemain kedua yang diberi debut senior oleh McArdle, setelah Cora Chambers dari Linfield yang tampil pada jendela sebelumnya.
Meski kalah, Cassap menilai timnya mampu memberikan perlawanan sengit. "Swiss adalah lawan yang tangguh, mereka menggerakkan bola dengan baik dan sangat cerdas dalam permainan. Tapi saya pikir kami benar-benar bertarung seimbang dan memberikan perlawanan sengit. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan hasil, tapi saya pikir kami bermain sangat baik," tambahnya.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, kisah Cassap bisa menjadi inspirasi. Pemain dengan latar belakang diaspora sering menjadi kunci pengembangan tim nasional. Di Indonesia, proses naturalisasi pemain keturunan juga mulai digalakkan untuk memperkuat Timnas Putri. Keberhasilan Cassap menunjukkan bahwa pemain muda yang percaya diri bisa langsung berdampak, meski baru pertama kali tampil.
Ke depan, Cassap diharapkan bisa menjadi andalan lini tengah Irlandia Utara. Dengan usia yang masih muda, ia memiliki potensi besar untuk berkembang. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa impresif ini di pertandingan-pertandingan selanjutnya?



