Agen Lukaku: Striker Belgia Itu Bukan Tipe yang Bertahan di Tempat Tak Diinginkan
Baca dalam 60 detik
- Romelu Lukaku menolak menjadi pemain cadangan di Napoli pada musim 2026-27 setelah hanya bermain 64 menit di klub sepanjang musim lalu karena cedera.
- Agen Federico Pastorello menegaskan Lukaku tidak akan bertahan di klub yang tidak menginginkannya, meski kontraknya masih tersisa hingga 2027.
- Situasi transfer striker di Eropa masih stagnan, membuat masa depan Lukaku bergantung pada negosiasi dengan direktur Napoli dan perkembangan bursa transfer.

Romelu Lukaku enggan diposisikan sebagai opsi cadangan di Napoli dan siap meninggalkan klub jika tidak lagi dianggap penting. Pernyataan tegas itu disampaikan agennya, Federico Pastorello, dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Jumat malam.
Lukaku memasuki musim ketiganya di Stadio Maradona, tetapi kontraknya hanya menyisakan satu tahun lagi. Musim lalu ia nyaris tidak dimainkan akibat cedera otot parah yang diderita pada pramusim, hanya mencatatkan 64 menit di level klub. Situasi itu memicu spekulasi bahwa ia bisa menjadi pemain pengganti di musim 2026-27.
Menanggapi kemungkinan tersebut, Pastorello buka suara. โJelas tidak. Dia pemain luar biasa dan sudah membuktikannya. Dia salah satu striker paling produktif di dunia. Sulit bagi kami menerima situasi seperti itu,โ ujarnya. Meski demikian, ia mengakui ada kemungkinan hierarki awal di lini depan, tetapi keputusan akhir tetap di tangan performa di lapangan.
Direktur Napoli, Giovanni Manna, sebelumnya mengisyaratkan perlunya duduk bersama Lukaku setelah pemain kembali dari liburan. Klub juga akan kedatangan kembali Lorenzo Lucca, striker muda yang memperkuat persaingan di sektor depan. โIni menciptakan kebuntuan. Saat ini bursa transfer benar-benar mandek, terutama untuk posisi striker,โ kata Pastorello.
Ketegangan antara Lukaku dan Napoli sempat memuncak pada Maret lalu saat ia memutuskan tetap di Belgia untuk berlatih mandiri tanpa izin klub. Pastorello menilai kejadian itu tidak seharusnya terjadi. โJika dia diizinkan berlatih di tempat yang dia inginkan, mungkin dia bisa pulih lebih cepat dan tampil sebagai andalan di Piala Dunia,โ klaimnya.
Soal kemungkinan perpanjangan kontrak dengan pengurangan gaji, agen itu menepis. โMengusulkan perpanjangan juga ada biaya tambahan. Romelu berhak atas kontrak seperti ini berkat pencapaiannya. Mungkin belum waktunya menyebar gajinya dalam jangka lebih panjang,โ jelas Pastorello. Ia menegaskan kliennya bukan tipe pemain yang bertahan di tempat tak diinginkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Serie A, situasi ini mengingatkan pada dinamika transfer pemain bintang yang sering memanas di akhir bursa. Kasus Lukaku menjadi cermin bagaimana hubungan pemain dan klub bisa renggang akibat minimnya komunikasi dan perbedaan visi. Di sisi lain, potensi kepergian Lukaku bisa membuka peluang bagi klub-klub Italia lain yang membutuhkan predator kotak penalti.
Ke depan, nasib Lukaku akan sangat tergantung pada langkah Napoli dalam dua pekan ke depan. Apakah klub akan mempertahankannya dengan menjamin peran utama, atau justru melepasnya untuk menghindari kehilangan secara gratis pada 2027? Bursa transfer yang mulai bergerak akan menjadi penentu.



