Pesta Gol Amerika Serikat, Kanada Akhirnya Cicipi Poin Perdana di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas AS mencatat kemenangan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia usai membantai Paraguay 4-1 di Los Angeles.
- Kanada untuk pertama kalinya meraih poin di ajang Piala Dunia setelah 40 tahun menanti, berkat gol penyeimbang Cyle Larin.
- Penampilan gemilang Christian Pulisic dan ketajaman lini depan AS menjadi sorotan utama matchday kedua Piala Dunia 2026.
Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara menyajikan dua pertandingan yang sarat sejarah pada matchday kedua. Amerika Serikat berpesta gol dengan membantai Paraguay 4-1 di Los Angeles, sementara Kanada akhirnya memecahkan kutukan tanpa kemenangan setelah 40 tahun berlaga di turnamen terakbar sepak bola dunia.
Pertandingan di Los Angeles Memorial Coliseum menjadi panggung bagi Christian Pulisic untuk menunjukkan kelasnya. Kapten timnas AS itu tampil brilian sepanjang babak pertama, menciptakan tiga gol sebelum turun minum. Folarin Balogun turut menyumbang satu gol, membuat Paraguay tak berkutik. Meski Julio Enciso memperkecil ketertinggalan di babak kedua, Giovanni Reyna memastikan kemenangan telak AS. Ini menjadi pertama kalinya AS mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia, sekaligus menyamai rekor kemenangan terbesar merekaโselisih tiga golโyang terakhir terjadi 96 tahun lalu.
Sementara itu, di Toronto, Kanada harus bekerja keras untuk mengamankan satu poin perdana mereka di Piala Dunia. Bermain di hadapan publik sendiri, Kanada tertinggal lebih dulu akibat dua gol dari skema bola udara Bosnia dan Herzegovina. Saed Kolasinac dan Jovo Lukic sukses memanfaatkan keunggulan fisik tim tamu. Namun, pelatih Jesse Marsch melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Cyle Larin pada menit ke-76. Hanya dua menit berselang, pemain kelahiran Brampton itu menyamakan kedudukan dan memicu euforia di Stadion Toronto. Hasil imbang 1-1 ini menjadi poin pertama Kanada setelah tujuh penampilan di Piala Dunia, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan yang berlangsung sejak debut mereka pada 1986.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa AS dan Kanada ini memberikan gambaran menarik tentang perkembangan sepak bola di kawasan CONCACAF. Kedua tim menunjukkan bahwa mereka tidak lagi sekadar pelengkap di panggung dunia. AS, dengan skuat bertabur bintang yang merumput di Eropa, menjelma sebagai ancaman serius bagi tim-tim tradisional. Sementara Kanada, yang sempat diragukan, membuktikan mentalitas pantang menyerah. Pelajaran berharga bisa diambil oleh Timnas Indonesia: kerja keras, perencanaan jangka panjang, dan keberanian mengambil risiko taktis bisa mengubah nasib di turnamen besar.
โKami tahu Bosnia sangat kuat dalam duel udara. Tapi anak-anak tidak menyerah. Masuknya Larin mengubah segalanya. Ini adalah momen bersejarah bagi sepak bola Kanada,โ ujar Jesse Marsch dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, persaingan di grup-grup awal Piala Dunia 2026 semakin memanas. AS memuncaki klasemen sementara grup mereka, sementara Kanada masih harus berjuang keras di pertandingan berikutnya. Pertanyaan besarnya: mampukah kedua tim mempertahankan momentum dan melaju ke fase gugur? Atau justru kejutan lain akan terjadi di turnamen yang baru dimulai ini?



