Mason Mount Buktikan Diri di Pramusim, MU Punya Opsi Alternatif di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Manajer Michael Carrick mulai melirik Mason Mount sebagai solusi internal di lini tengah setelah penampilan impresifnya dalam dua laga pramusim.
- Gelandang asal Inggris itu menunjukkan sinergi apik dengan rekrutan anyar Andrey Santos, yang memungkinkan Mount bermain lebih bebas ke depan.
- Jika performa ini konsisten, Setan Merah bisa menghemat anggaran transfer yang sebelumnya dialokasikan untuk mendatangkan gelandang baru.

Mason Mount mulai menunjukkan kembali performa terbaiknya di lini tengah Manchester United. Dua pertandingan pramusim yang telah dilakoni cukup menjadi bukti bahwa pemain berusia 27 tahun itu bisa menjadi solusi bagi kebutuhan lini tengah Setan Merah tanpa harus mengeluarkan dana besar lagi.
Manchester United telah menghabiskan ยฃ83 juta untuk mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans dari Aston Villa pada bursa transfer musim panas ini. Namun, cedera panjang Manuel Ugarte dan kepergian Casemiro yang kontraknya tidak diperpanjang membuat klub masih dirumorkan akan menambah satu gelandang lagi. Nama-nama seperti Alex Scott, Tyler Adams, hingga Manu Kone sempat dikaitkan, bahkan muncul spekulasi mengenai Aurelien Tchouameni dari Real Madrid. Namun, nilai transfer dan gaji pemain-pemain tersebut bertolak belakang dengan kebijakan penghematan klub yang juga masih berburu pemain sayap kiri dan penyerang.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, Michael Carrick menemukan opsi yang sudah ada di depan mata. Dua laga pramusim, melawan Wrexham di Helsinki dan Rosenborg di Trondheim, memperlihatkan bahwa Mount dan Santos mampu membangun kerja sama yang solid. Santos yang cenderung bertahan memberikan kebebasan bagi Mount untuk menusuk ke depan, mencari celah, serta membantu pergerakan bola ke pertahanan lawan. Mount juga tak ragu melakukan tekel keras, sisi yang jarang disorot darinya.
"Saya sudah mengenal Andre sejak lama. Begitu dia masuk tim utama Chelsea, saya sudah tahu dia pemain bagus. Dia lebih defensif, jadi saya bisa lebih maju dan bekerja sama dengannya. Kami sama-sama agresif saat bertahan," ujar Mount dalam wawancara setelah pertandingan. Carrick pun memberi kepercayaan kepada Mount dengan meminjamkan ban kapten selama beberapa menit di laga melawan Rosenborg setelah Harry Maguire turun pada babak pertama.
Bagi penggemar Manchester United di Indonesia, perkembangan ini patut disambut positif. Klub raksasa Inggris itu memiliki basis suporter yang besar di Tanah Air, dan langkah mengandalkan pemain internal alih-alih belanja mahal bisa menjadi sinyal bahwa manajemen mulai sadar akan efisiensi. Apalagi, Mount menunjukkan jiwa kepemimpinan dengan membimbing pemain muda seperti Shea Lacey, yang mencetak gol pembuka dalam kemenangan 5-0 atas Rosenborg.
Mount sendiri optimistis menghadapi musim baru yang akan membawa MU kembali ke Liga Champions. "Musim depan kami akan bermain lebih banyak pertandingan, itulah yang diinginkan di klub besar. Saya siap menjadi starter atau cadangan," katanya pada April lalu. Sikap profesional seperti ini tentu disukai pelatih mana pun.
Dengan jendela transfer yang masih terbuka hingga awal September, nama-nama besar masih akan terus dikaitkan dengan Old Trafford. Namun, jika Mount terus tampil konsisten di sisa pramusim, bukan tidak mungkin Carrick akan mengandalkannya sebagai bagian inti lini tengah. Pertanyaannya, akankah klub tetap berburu gelandang baru atau percaya pada solusi yang sudah ada?



