Monza Kejutkan Galatasaray di Laga Uji Coba, 2-0
Baca dalam 60 detik
- Monza meraih kemenangan 2-0 atas Galatasaray dalam laga persahabatan di Linz, gol dari Andrea Carboni dan Patrick Cutrone.
- Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Monza yang baru promosi ke Serie A, sementara Galatasaray masih mencari ritme permainan.
- Penampilan impresif Cutrone sebagai mantan penyerang Milan menunjukkan kelasnya, menjadi ancaman bagi lini belakang lawan.

Monza, klub promosi Serie A musim ini, sukses mempermalukan juara Turki Galatasaray dengan skor 2-0 dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Linz, Austria, Jumat (24/7/2026) malam. Paduan solid antara pertahanan rapat dan ketajaman lini depan menjadi kunci kemenangan tim besutan Ivan Juric.
Dua gol kemenangan Monza lahir dari skema sepak pojok dan serangan balik cepat. Gol pembuka dicetak oleh Andrea Carboni pada babak pertama, memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah tendangan voli akrobatik Patrick Cutrone membentur mistar. Babak kedua baru berjalan beberapa menit, Cutrone memastikan kemenangan dengan menuntaskan rebound sepakan Dany Mota Carvalho yang ditepis kiper Galatasaray, Guvenc.
Meski hanya laga pramusim, kemenangan ini memberikan suntikan moral besar bagi Monza. โKami tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang. Ini hasil yang membangun kepercayaan diri tim,โ ujar Ivan Juric dalam konferensi pers usai pertandingan, menurut situs resmi klub. Di sisi lain, Galatasaray yang beberapa pekan lalu resmi menunjuk pelatih baru belum menunjukkan permainan terbaiknya. Penyerang bintang mereka, Victor Osimhen yang turun sebagai pemain pengganti, gagal mencatatkan namanya di papan skor.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, hasil ini menarik untuk dicermati. Monza yang identik dengan investor IndonesiaโPresiden klub adalah pebisnis asal Indonesia, Paolo Berlusconi? Sebenarnya Monza dimiliki oleh mantan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, yang juga memiliki kedekatan bisnis dengan Indonesia. Namun, prestasi mereka di Serie A akan menjadi tolok ukur bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin bersaing di level tertinggi Eropa. Sementara itu, Galatasaray dengan basis suporter fanatik di Indonesia juga perlu segera menemukan formasi terbaiknya jika ingin bersaing di Liga Champions Turki dan Eropa.
Ke depan, Monza dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan tim-tim papan atas Italia sebelum memulai musim Serie A pada pertengahan Agustus. Galatasaray, sebaliknya, harus segera berbenah, terutama dalam penyelesaian akhir, jika tak ingin kehilangan poin di awal musim. Akankah hasil ini menjadi awal kebangkitan Monza di Serie A? Atau justru menjadi alarm bagi Galatasaray untuk segera bangkit?