Chelsea Puncaki Daftar Pemburu Vlahovic: Rekrutan Berisiko atau Jawaban Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Chelsea disebut sebagai pemimpin perburuan Dusan Vlahovic yang kontraknya di Juventus akan habis akhir bulan ini.
- Kekhawatiran muncul mengingat sejarah striker mahal yang gagal bersinar di Stamford Bridge, seperti Fernando Torres.
- Kebugaran dan adaptasi Vlahovic di Premier League menjadi tanda tanya besar di era baru Xabi Alonso.

Chelsea dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Dusan Vlahovic, penyerang Juventus yang kontraknya akan berakhir dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Blues untuk kembali bersaing di papan atas Premier League setelah musim yang mengecewakan.
Menurut laporan Tutto Juve, sejumlah klub Eropa turut memantau situasi Vlahovic, namun Chelsea disebut unggul dalam perburuan. Manajer anyar Xabi Alonso, yang baru akan resmi menangani tim akhir bulan ini, dikabarkan telah mengunjungi pusat latihan Cobham untuk membahas strategi transfer bersama jajaran direksi. Alonso diberi wewenang lebih besar dibanding pendahulunya, tetapi target utama tetap sama: mendatangkan penyerang haus gol.
Musim lalu, lini depan Chelsea tampil kurang meyakinkan. Joao Pedro memang menjadi pemain terbaik dengan 20 gol di semua kompetisi, namun Liam Delap yang diboyong dari Ipswich Town seharga 30 juta pound hanya mampu mencetak satu gol di Premier League. Cedera dan adaptasi menjadi alasan, tetapi kontribusinya dinilai belum cukup. Meski demikian, sosok Delap yang kuat secara fisik dianggap sebagai prototipe yang tepat, dan Chelsea menginginkan pemain dengan karakter serupa.
Vlahovic, yang dideskripsikan legenda Italia Luca Toni sebagai "salah satu striker terbaik dunia", memiliki catatan gemilang bersama Fiorentina sebelum pindah ke Juventus dengan nilai transfer 67 juta pound pada 2022. Namun, performanya di Turin naik-turun. Musim 2025/26 yang diganggu cedera tetap menghasilkan 10 gol dari 23 penampilan di semua ajang. Di Serie A, ia mencetak tujuh gol dari 11 kali menjadi starter, meski tingkat konversi golnya hanya 14%.
Sejarah Chelsea dengan striker elite memang tidak selalu mulus. Fernando Torres, yang dibeli dari Liverpool dengan rekor transfer Inggris saat itu (50 juta pound), hanya mampu mencetak 45 gol dalam 172 pertandingan—jauh dari 85 gol dalam 141 laga bersama Liverpool. Jamie Carragher sempat menyebut Torres sebagai "striker terbaik dunia", namun performa itu tak pernah terulang di Stamford Bridge. Kekhawatiran serupa kini menghantui rencana merekrut Vlahovic.
Perbandingan dengan Torres memang tidak sepenuhnya tepat, tetapi ada kesamaan: Vlahovic datang dengan label mahal dan ekspektasi tinggi, namun kebugarannya dalam beberapa musim terakhir dipertanyakan. Premier League memiliki intensitas dan tekanan berbeda dengan Serie A. Alonso, yang dikenal sebagai pelatih cerdas, harus mempertimbangkan apakah Vlahovic adalah solusi jangka panjang atau justru menjadi risiko baru.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Chelsea di bursa transfer selalu menarik perhatian. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan keputusan merekrut Vlahovic bisa berdampak pada daya saing tim di Premier League serta peluang mereka tampil di kompetisi Eropa. Jika Vlahovic mampu beradaptasi, ia bisa menjadi ujung tombak yang membawa Chelsea kembali ke jalur juara. Namun jika gagal, cerita Torres bisa terulang.
Dengan waktu yang semakin sempit, Chelsea harus memutuskan apakah akan terus memburu Vlahovic atau mengalihkan target ke nama lain. Alonso punya wewenang, tetapi tekanan untuk segera mendapatkan hasil nyata sudah di depan mata. Apakah Vlahovic akan menjadi 'Torres baru' atau justru 'Diego Costa baru' yang sukses di Stamford Bridge?



