Arsenal Incar Manu Kone, Gelandang Berenergi Vieira untuk Dampingi Rice
Baca dalam 60 detik
- Arsenal telah membuka komunikasi dengan agen Manu Kone, gelandang AS Roma berusia 25 tahun, sebagai target utama lini tengah musim panas ini.
- Kone, yang dihargai sekitar Β£43 juta, dinilai memiliki profil fisik dan progresivitas yang mirip dengan Patrick Vieira, cocok menjadi mitra ideal Declan Rice.
- Langkah ini menjadi sinyal bahwa Mikel Arteta ingin menambah daya gedor dan keseimbangan di lini tengah setelah performa Zubimendi yang kurang dinamis.

Arsenal dikabarkan telah menjalin kontak dengan pihak Manu Kone, gelandang AS Roma, sebagai langkah awal untuk mendatangkan pemain berusia 25 tahun itu ke Emirates pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Mikel Arteta tak hanya puas dengan gelar juara Premier League, melainkan juga ingin memperkuat lini tengah untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Menurut laporan Corriere della Sera yang dikutip Sport Witness, Arsenal sudah berbicara dengan perwakilan Kone. Gelandang asal Prancis itu dibanderol sekitar β¬50 juta atau Β£43 juta, angka yang dinilai masuk akal bagi Roma yang baru saja lolos ke Liga Champions setelah absen sejak 2018/19. Kone menjadi salah satu aset paling menguntungkan di skuad Serigala Ibu Kota.
Kone dikenal sebagai gelandang bertipe box-to-box dengan fisik kuat dan kemampuan progresif membawa bola. Julukan "monstrous" dari scout Jacek Kulig menggambarkan gaya bermainnya yang agresif dan tak kenal lelah. Banyak pengamat membandingkannya dengan Patrick Vieira, legenda Arsenal yang juga berasal dari Prancis dan pernah malang melintang di Serie A sebelum bersinar di London Utara.
Kedatangan Kone akan memberikan dimensi baru bagi lini tengah Arsenal. Musim ini, Martin Zubimendi yang didatangkan dari Real Sociedad kerap kelelahan secara fisik dan mental di akhir musim, sehingga produktivitasnya menurun. Sementara Martin Odegaard juga dinilai belum konsisten. Dengan hadirnya Kone, Arteta bisa memiliki opsi rotasi yang lebih dinamis tanpa menurunkan kualitas.
Declan Rice sendiri telah menjadi pilar utama Arsenal dan disebut-sebut sebagai gelandang terbaik sejak era Vieira. Namun, untuk menembus batas prestasi hingga juara Liga Champions, Arteta membutuhkan mitra yang bisa menopang Rice secara ofensif. Kone, dengan kemampuan membawa bola ke depan dan visi bermain, diyakini bisa menjadi jawaban.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk diikuti. Jika transfer jadi terealisasi, lini tengah Arsenal akan menjadi salah satu yang paling solid di Eropa, dengan perpaduan antara pengalaman Rice, kreativitas Odegaard, dan energi Kone. Ini juga bisa menjadi tolok ukur bagaimana klub besar membangun skuad untuk jangka panjang, bukan hanya mengejar nama besar.
Namun, masih ada pertanyaan besar: apakah Arsenal benar-benar akan mengeluarkan dana besar untuk gelandang, sementara sektor sayap juga butuh tambahan amunisi? Jamie Carragher, misalnya, baru-baru ini mengkritik ketajaman lini depan Arsenal setelah mereka kalah dari PSG di final Liga Champions. Arteta harus pintar mengatur prioritas agar tidak salah langkah di bursa transfer.
Ke depannya, jika Kone bergabung, persaingan di lini tengah Arsenal akan semakin ketat. Zubimendi, Jorginho, dan Thomas Partey harus bersaing untuk mendapatkan tempat. Arteta punya pekerjaan rumah untuk menjaga harmoni tim sambil tetap meningkatkan kualitas. Apakah Kone akan menjadi kepingan puzzle terakhir yang membawa Arsenal ke puncak Eropa? Waktu yang akan menjawab.



