Newcastle Bidik Bek Leeds Pascal Struijk: Alternatif Lebih Aman dari Victor Munoz
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar bek Leeds United, Pascal Struijk, yang dihargai £25 juta menyusul kontraknya yang tersisa satu tahun.
- Dibandingkan Victor Munoz yang belum teruji di Premier League, Struijk dinilai lebih siap beradaptasi dan menjadi peningkatan lini belakang.
- Keputusan Newcastle merekrut Struijk akan menjadi langkah strategis mengingat performa impresifnya di Premier League dan potensi sebagai suksesor Dan Burn.

Newcastle United tengah mematangkan strategi belanja pemain musim panas ini dengan mengalihkan perhatian ke bek tengah Leeds United, Pascal Struijk, yang disebut-sebut dapat ditebus dengan harga sekitar £25 juta. Langkah ini muncul di tengah upaya The Magpies mencari pengganti permanen Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona dengan nilai transfer £70 juta.
Sebelumnya, Newcastle dikabarkan hampir menyelesaikan transfer Victor Munoz, winger Osasuna, dengan nilai mencapai £35 juta. Namun, kekhawatiran muncul karena Munoz hanya mencetak enam gol dan dua assist di La Liga musim 2025/2026, serta minim pengalaman di Premier League. Hal ini membuat manajemen klub mempertimbangkan opsi yang lebih matang secara domestik.
Menurut laporan TEAMtalk, Leeds United bersedia melepas Struijk dengan banderol £25 juta karena kontraknya tersisa satu tahun. Meski laporan tersebut tidak menyebut Newcastle secara langsung, sumber lain mengonfirmasi bahwa The Magpies telah lama memantau bek kiri asal Belanda itu. Dengan dana yang lebih rendah £10 juta dari biaya transfer Munoz, Struijk dinilai sebagai investasi yang lebih aman.
Struijk, 26 tahun, delapan tahun lebih muda dari bek kiri Newcastle saat ini, Dan Burn. Perbandingan statistik defensif menunjukkan Struijk unggul dalam berbagai metrik kunci, termasuk tekel, intersep, dan duel udara. Kemampuannya membangun serangan dari belakang juga lebih baik, dengan tingkat penyelesaian umpan mencapai 88% berbanding 79% milik Burn. Hal ini menjadikannya kandidat ideal untuk memperkuat lini pertahanan Newcastle yang kerap kesulitan saat membangun serangan.
Dari segi risiko, merekrut Struijk jelas lebih terukur. Ia sudah membuktikan diri di Premier League bersama Leeds, sementara Munoz harus beradaptasi dengan gaya permainan Inggris yang lebih fisik dan cepat. Meskipun Munoz lebih muda (22 tahun) dan berpotensi menjadi bintang, ketidakpastian adaptasi menjadi pertimbangan serius. Apalagi, angka produktivitas Munoz di La Liga tidak lebih baik dari Gordon yang musim lalu juga mencatat enam gol dan dua assist di Premier League.
Keputusan kini berada di tangan dewan direksi Newcastle. Dengan memanfaatkan situasi kontrak Struijk yang hampir habis, The Magpies bisa mendapatkan pemain berkualitas dengan harga yang relatif murah. Jika berhasil, langkah ini tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga memberikan fleksibilitas finansial untuk belanja pemain lain. Pertanyaannya, akankah Newcastle berani mengambil keputusan cepat atau justru menunggu hingga menit-menit akhir bursa transfer?



