Wolves Gaet Jimenez Gratis, Bomber 35 Tahun Siap Gempur Championship
Baca dalam 60 detik
- Raul Jimenez kembali ke Wolves dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan, setelah dilepas Fulham secara gratis.
- Bersama Kieran Trippier, Jimenez menjadi rekrutan kedua Wolves di bursa musim panas sebagai bagian dari restrukturisasi skuad pasca-degradasi.
- Kedatangan Jimenez diharapkan memperkuat lini depan Wolves yang akan berlaga di Championship musim depan, setelah terdegradasi dari Premier League.

Wolves resmi mengikat Raul Jimenez dengan kontrak berdurasi dua tahun plus opsi perpanjangan satu musim. Striker asal Meksiko berusia 35 tahun itu bergabung secara gratis setelah kontraknya di Fulham berakhir pada akhir Juni. Kepulangan Jimenez ke Molineux menjadi sinyal ambisi Wolves untuk segera bangkit dari keterpurukan di kasta kedua Liga Inggris.
Jimenez bukan nama asing bagi suporter Wolves. Sebelumnya ia membela klub tersebut sejak 2018 hingga 2023, menorehkan 57 gol dalam 166 pertandingan di semua kompetisi. Setelah hijrah ke Fulham, ia masih produktif dengan 28 gol dari 98 penampilan Premier League. Kini, pengalaman dan naluri golnya diharapkan menjadi motor serangan Wolves yang musim depan akan berlaga di Championship—untuk pertama kalinya sejak musim 2017-18.
Manajemen Wolves tampak serius melakukan perombakan besar-besaran. Sebelum Jimenez, mereka sudah mengamankan jasa bek kanan Kieran Trippier yang juga berstatus bebas transfer dari Newcastle United. Trippier, yang juga berusia 35 tahun, menandatangani kontrak dua tahun. Duet pemain senior ini diharapkan menjadi tulang punggung tim yang tengah dalam masa transisi.
Keputusan Wolves merekrut pemain berusia di atas 35 tahun menuai beragam reaksi. Sebagian pengamat menilai langkah ini berisiko karena performa pemain seusia itu kerap menurun drastis. Namun, pengalaman Jimenez dan Trippier di panggung tertinggi sepak bola Eropa dianggap aset berharga untuk membimbing pemain muda Wolves. Apalagi, Jimenez masih menjadi andalan Timnas Meksiko yang akan tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Ia saat ini tengah membela El Tri dalam laga persahabatan melawan Afrika Selatan.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Wolves ini menarik dicermati. Klub-klub Liga 1 yang kerap mendatangkan pemain senior asing bisa belajar dari strategi Wolves yang memanfaatkan status bebas transfer untuk menghemat biaya. Selain itu, keberhasilan atau kegagalan Jimenez dan Trippier di Championship bisa menjadi tolok ukur apakah pemain berusia 35+ masih kompetitif di level kedua Inggris—sebuah kasta yang secara kualitas setara dengan kompetisi elite Asia.
Wolves sendiri mengakui bahwa musim depan akan menjadi ujian berat. Terdegradasi dari Premier League membuat klub kehilangan pendapatan signifikan, namun kehadiran dua pemain bintang diharapkan mampu mendongkrak moral tim dan menarik minat sponsor. Pertanyaan besarnya: mampukah Jimenez kembali menemukan ketajaman seperti masa jayanya dulu, atau justru menjadi beban di usia senja?



