Wolves Incar Kembalikan Raul Jimenez, Bomber Berstatus Bebas Transfer
Baca dalam 60 detik
- Wolves memulai negosiasi dengan Raul Jimenez untuk kembali ke Molineux setelah striker 35 tahun itu dilepas Fulham.
- Jimenez, yang mencetak 57 gol dalam 166 laga untuk Wolves, kini tengah membela Meksiko di Piala Dunia 2026.
- Kedatangan Jimenez diharapkan memperkuat lini depan Wolves yang baru terdegradasi ke Championship.

Wolverhampton Wanderers dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan Raul Jimenez untuk memulangkan mantan striker andalan mereka dengan status bebas transfer. Langkah ini menjadi bagian dari strategi rekonstruksi skuad setelah Wolves harus terdegradasi ke Championship pada musim lalu.
Jimenez, yang kini berusia 35 tahun, masuk dalam daftar pemain yang akan ditinggalkan Fulham setelah kontraknya habis pada akhir bulan ini. Sebelumnya, ia sempat memperkuat Fulham sejak 2023 setelah meninggalkan Wolves. Namun, performanya di Craven Cottage tidak semoncer saat berserabut Wolves, di mana ia menorehkan 57 gol dari 166 pertandingan pada periode 2018β2023.
Angka tersebut menjadikan Jimenez sebagai pencetak gol terbanyak Wolves di kasta tertinggi Inggris dengan 40 gol Premier League. Kini, klub yang bermarkas di Molineux itu berharap pengalaman dan naluri golnya dapat membantu tim bangkit dari keterpurukan. Wolves finis di posisi juru kunci Premier League musim 2025/2026 dan harus menerima kenyataan pahit turun kasta.
Situasi ini menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia, mengingat Jimenez pernah menjadi sorotan saat membela Meksiko di Piala Dunia 2018 dan 2022. Saat ini, ia tengah memperkuat tim nasional Meksiko yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Dalam laga uji coba terakhir sebelum turnamen, Jimenez ikut menyumbang gol dalam kemenangan telak 5-1 atas Serbia pada Jumat lalu. Meksiko akan memulai perjuangan mereka melawan Afrika Selatan pada Kamis mendatang.
Keputusan Wolves untuk merekrut kembali Jimenez menunjukkan arah baru klub yang ingin memadukan pengalaman dengan pemain muda. Meski usianya tidak lagi muda, insting mencetak gol Jimenez masih diakui. Ia juga memiliki kedekatan emosional dengan suporter Wolves, yang mungkin memudahkan adaptasi. Namun, tantangan fisik di Championship yang keras bisa menjadi ujian tersendiri bagi pemain yang sempat mengalami cedera kepala serius beberapa tahun lalu.
Jika kesepakatan tercapai, Jimenez akan menjadi salah satu rekrutan paling bergengsi di Championship musim depan. Pertanyaannya, mampukah ia mengulang masa kejayaannya dan membawa Wolves kembali ke Premier League? Atau justru langkah ini hanya menjadi nostalgia belaka?



