Kekosongan Kursi Ketua West Ham: Miliarder Ceko Daniel Kretinsky Siap Ambil Alih
Baca dalam 60 detik
- David Sullivan mundur dari jabatan ketua bersama West Ham di tengah rencana publikasi tuduhan historis serius terhadap dirinya.
- Pemegang saham minoritas Daniel Kretinsky dikabarkan bersiap mengambil kendali klub setelah secara bertahap memperkuat pengaruhnya sejak 2021.
- West Ham menghadapi musim panas krusial dengan upaya bangkit dari degradasi, potensi hengkangnya pemain kunci, dan kebutuhan stabilitas di level direksi.

Kursi kepemimpinan West Ham United memasuki babak baru setelah David Sullivan resmi melepas jabatannya sebagai ketua bersama (joint-chairman) klub. Langkah ini diambil di tengah rencana publikasi tuduhan historis serius yang disebut-sebut akan segera beredar, meskipun klub menegaskan tuduhan tersebut tidak terkait dengan operasional West Ham. Sullivan, yang membantah semua tuduhan dan berencana menempuh jalur hukum, meninggalkan warisan kontroversial selama 16 tahun masa baktinya.
Kepergian Sullivan menutup era yang penuh gejolak di London Stadium. Bersama mendiang David Gold, ia membawa West Ham pindah dari Upton Park, meraih tiket Eropa berkali-kali, dan menjuarai UEFA Europa Conference League 2023. Namun, di sisi lain, kebijakan transfer dan keputusan pindah stadion kerap menuai kritik dari suporter. Protes terhadap manajemen menjadi pemandangan rutin, terutama saat performa tim menurun.
Kini perhatian beralih ke figur yang diprediksi akan mengambil alih kendali: miliarder asal Republik Ceko, Daniel Kretinsky. Jurnalis Graeme Bailey melaporkan bahwa Kretinsky, yang telah memiliki saham minoritas sejak 2021, sedang bersiap mengambil peran kepemimpinan. Langkah ini bukanlah kejutan, mengingat pengaruhnya di belakang layar terus membesar, termasuk dalam keputusan mempertahankan manajer Nuno Espírito Santo setelah degradasi West Ham ke Championship.
Kretinsky bukan nama asing di sepak bola Eropa. Selain di West Ham, ia juga memiliki saham di klub Prancis, Ligue 1. Gaya kepemimpinannya yang cenderung pragmatis dan fokus pada keberlanjutan finansial diyakini akan membawa pendekatan baru bagi The Hammers. Dalam beberapa bulan terakhir, ia dilaporkan aktif dalam diskusi strategis, termasuk negosiasi kontrak pemain dan perencanaan bursa transfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. West Ham memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama sejak era Mark Noble dan Michail Antonio. Jika Kretinsky benar-benar mengambil alih, bisa jadi akan ada perubahan kebijakan transfer yang lebih agresif, termasuk kemungkinan merekrut pemain dari Asia Tenggara untuk memperluas pasar. Namun, tantangan utama tetap ada: membangun kembali tim yang kompetitif di Championship sambil menjaga stabilitas keuangan.
Belum ada pengumuman resmi mengenai ketua baru, tetapi sinyal dari dalam klub menunjukkan bahwa transisi kekuasaan sedang dipersiapkan. Pertanyaan besarnya: mampukah Kretinsky membawa West Ham kembali ke Premier League dan mengembalikan kepercayaan suporter yang sempat terkoyak?



