Hat-trick Olise ke Gawang Irlandia Utara: Sinyal Kuat Menuju Ballon d'Or?
Baca dalam 60 detik
- Michael Olise mencetak hat-trick internasional pertamanya saat Prancis mengalahkan Irlandia Utara 5-1 dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026.
- Penampilan gemilang pemain Bayern Munich itu memicu diskusi tentang potensinya bersaing memperebutkan Ballon d'Or, sejajar dengan Mbappe dan Dembele.
- Pelatih Didier Deschamps menegaskan Olise akan menjadi kunci serangan Prancis di Piala Dunia, meski Mbappe masih kesulitan mencetak gol untuk tim nasional.

Michael Olise mencuri perhatian dalam laga uji coba terakhir Prancis jelang Piala Dunia 2026. Pemain sayap Bayern Munich itu mencetak hat-trick pertamanya untuk tim nasional saat Les Bleus membantai Irlandia Utara 5-1 di Lille, Senin (9/6) malam waktu setempat. Penampilan tersebut langsung memicu perbincangan: bisakah Olise masuk dalam jajaran kandidat peraih Ballon d'Or?
Dalam pertandingan yang menjadi laga kandang terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih, Prancis menurunkan empat penyerang terbaiknya: Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Olise. Namun, hanya Olise yang benar-benar bersinar. Gol pertamanya terbilang beruntung—memanfaatkan tembakan Dembele yang membentur pemain lawan—namun gol kedua dan ketiganya luar biasa: tendangan keras dari luar kotak penalti dan sepakan melengkung yang indah. Hat-trick ini membuat catatan gol Olise untuk Prancis melonjak menjadi tujuh gol dalam 12 penampilan, setelah sempat mandul di lima laga perdananya.
Mantan striker Prancis Louis Saha, yang menjadi pengamat BBC Sport NI, menilai Olise sudah menunjukkan kualitas yang layak diperhitungkan dalam perburuan Ballon d'Or. "Konsistensi adalah hal tersulit. Untuk masuk dalam percakapan Ballon d'Or, Anda harus tampil seperti itu setiap saat. Itulah yang dilakukan Messi dan Ronaldo. Saya yakin Olise memimpikan hal yang sama," ujar Saha. Ia juga menyebut Prancis kini memiliki tiga calon pemenang Ballon d'Or dalam satu skuad: Mbappe, Dembele (pemenang 2025), dan Olise.
Pelatih Didier Deschamps, yang akan meninggalkan kursi pelatih setelah Piala Dunia 2026, mengakui butuh waktu bagi Olise untuk beradaptasi. "Dia pemain introvert, butuh waktu untuk merasa nyaman. Kini dia percaya diri, klinis, dan mau bekerja keras bertahan. Kami akan membutuhkannya di level tertinggi," kata Deschamps. Prancis tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia. Laga pembuka melawan Senegal akan digelar di New Jersey pada 16 Juni.
Di sisi lain, malam itu menjadi milik Olise, bukan Mbappe. Kapten Prancis itu masih mengejar rekor gol Olivier Giroud (57 gol) dan kembali frustrasi. Satu golnya dianulir karena offside, dan ia membuang sejumlah peluang. Namun Deschamps tak khawatir: "Dia bilang akan menyimpan efisiensinya untuk Amerika Serikat."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Olise menjadi pengingat bahwa Prancis memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Dengan pemain seperti Bradley Barcola, Rayan Cherki, dan Warren Zaire-Emery yang juga masuk skuad, Les Bleus tetap menjadi favorit juara. Namun, jika Olise mampu mempertahankan performa ini di Piala Dunia, bukan tidak mungkin namanya akan sejajar dengan para megabintang. Pertanyaannya: akankah ia menjadi pembeda di turnamen nanti?



