Pulisic Yakin Milan Segera Berbenah, Tapi Tolak Bandingkan Pochettino dengan Allegri
Baca dalam 60 detik
- Christian Pulisic menyatakan keyakinannya bahwa AC Milan akan segera menyelesaikan masalah internal klub, termasuk mencari pelatih dan direktur baru.
- Bintang Timnas AS itu enggan membandingkan pelatihnya saat ini, Mauricio Pochettino, dengan mantan pelatih Milan seperti Allegri dan Fonseca.
- Pulisic fokus penuh pada Piala Dunia 2026 yang digelar di kandang sendiri, dengan semangat kebersamaan skuad AS yang sudah dikenal sejak remaja.

Christian Pulisic, bintang Timnas Amerika Serikat (USMNT), tetap optimistis bahwa AC Milan akan segera menemukan solusi atas kekosongan kursi pelatih dan jajaran direksi. Namun, ia menolak untuk membandingkan pelatihnya saat ini, Mauricio Pochettino, dengan mantan pelatihnya di klub, Massimiliano Allegri maupun Paulo Fonseca.
Pernyataan itu disampaikan Pulisic menjelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Sabtu (13/6) waktu setempat. Milan sendiri tengah dalam masa transisi setelah memecat Allegri dan seluruh direktur utama sehari setelah musim 2025/26 berakhir. Klub asal Lombardy itu gagal lolos ke Liga Champions musim depan dan masih mencari pengganti.
“Saya hanya bisa mengatakan Milan adalah klub besar, dan saya yakin mereka akan menyelesaikan semuanya,” ujar Pulisic kepada La Gazzetta dello Sport. “Pada akhirnya, saya yakin semuanya akan baik-baik saja, dan tim akan kembali ke tempat seharusnya. Tapi sekarang, fokus saya ada di sini, di Amerika.”
Pulisic mengaku tetap menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya di Milan, termasuk mereka yang juga berlaga di Piala Dunia. “Saya bicara dengan beberapa pemain. Mereka mendoakan saya sukses di Piala Dunia. Banyak pemain Rossoneri di sini,” katanya. Ia menyebut secara khusus Santiago Gimenez, striker Meksiko yang menjadi rekan setimnya di Milan.
Nama Pochettino santer dikaitkan dengan kursi pelatih Milan. Media Italia, Gazzetta, bahkan menyebut sudah ada kesepakatan prinsip antara pelatih asal Argentina itu dengan manajemen klub. Namun, Pulisic menegaskan saat ini ia hanya melihat Pochettino sebagai pelatih tim nasional. “Hubungan kami baik. Saya tahu apa yang dia minta dari saya dan apa yang bisa saya berikan. Bersamanya, kami mempersiapkan turnamen sebaik mungkin,” ucapnya.
Ketika ditanya perbedaan Pochettino dengan Allegri atau Fonseca, Pulisic enggan membandingkan. “Saya tidak membuat perbandingan. Tapi dia adalah pelatih Amerika Selatan pertama dalam karier saya. Pengalaman yang luar biasa. Saya suka passion-nya, ide sepak bolanya. Dia menuntut energi besar dan intensitas terus-menerus di lapangan,” jelasnya.
“Saya suka passion-nya, ide sepak bolanya. Dia menuntut energi besar dan intensitas terus-menerus di lapangan.” — Christian Pulisic tentang Mauricio Pochettino
Pulisic dan gelandang Juventus, Weston McKennie, menjadi andalan USMNT. Keduanya sudah saling kenal sejak usia 13-14 tahun. “Kami benar-benar tumbuh bersama. Sekarang kami sama-sama di puncak di Italia, saya di Milan dan dia di Juve. Tapi yang terpenting, kami masih membela tim nasional bersama,” tutur Pulisic.
Menjelang debut Piala Dunia di kandang sendiri, Pulisic menekankan semangat kebersamaan. “Saat menghadapi pertandingan sepenting ini, dengan tekanan debut Piala Dunia, membantu melihat rekan-rekan yang sudah dikenal sejak kecil. Anda ingin berjuang seperti mereka, tidak mengecewakan, dan saling melindungi. Dengan semangat inilah kami datang ke Piala Dunia rumah kami,” pungkasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Milan yang tengah berbenah dan peran Pulisic di Piala Dunia 2026 bisa menjadi tontonan menarik. Terlebih, Piala Dunia edisi ini akan disiarkan luas di Indonesia, dan performa pemain-pemain bintang seperti Pulisic selalu dinantikan. Akankah Milan segera mendapatkan pelatih baru? Atau justru Pochettino yang akan membawa angin segar ke San Siro? Semua masih menunggu kepastian.



