Mbappé Tolak Gagasan Deschamps Latih Italia: 'Dia Milik Kami'
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappé secara terbuka menyatakan keberatannya jika Didier Deschamps melatih tim nasional Italia setelah Piala Dunia 2026.
- Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Deschamps, yang akan meninggalkan Prancis, menjadi kandidat pelatih Azzurri.
- Situasi ini menambah dinamika persaingan sepak bola Eropa, dengan implikasi terhadap peta kekuatan tim nasional.

Kylian Mbappé, bintang sepak bola Prancis dan Real Madrid, secara terbuka menyatakan harapannya agar pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, tidak melatih tim nasional Italia. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis M6, Mbappé menegaskan bahwa Deschamps adalah milik Prancis dan seharusnya tidak mengabdi pada negara lain.
Deschamps, yang pernah menjadi gelandang dan pelatih Juventus, telah menangani Les Bleus sejak 2012 dan membawa pulang Piala Dunia 2018. Namun, masa baktinya akan berakhir setelah Piala Dunia 2026. Spekulasi mengenai masa depannya mulai merebak, termasuk kemungkinan ia menangani Italia.
Mbappé mengakui bahwa ia melihat sisi lebih fleksibel dari Deschamps akhir-akhir ini. "Dulu saya mengenalnya sebagai sosok yang keras, tapi kekuatannya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan generasi baru," ujar Mbappé. Ia juga menambahkan bahwa timnya berusaha memanfaatkan kehadiran Deschamps dan memberikan penghormatan dengan bermain sesuai keinginannya.
Pernyataan Mbappé ini muncul setelah pada Mei lalu Deschamps tidak menutup kemungkinan menjadi pelatih Italia. Ia mengaku akan "tersedia" setelah Piala Dunia. Situasi ini menimbulkan dilema bagi penggemar sepak bola Italia yang mungkin berharap pada pengalaman dan reputasi Deschamps.
Di sisi lain, Italia sendiri tengah bersiap mencari pelatih baru setelah pemilihan presiden FIGC pada Juni 2026. Roberto Mancini, yang mundur pada 2023 untuk melatih Arab Saudi, disebut-sebut sebagai kandidat terdepan. Namun, spekulasi tentang Deschamps menambah warna dalam perburuan pelatih Azzurri.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa. Keputusan Deschamps nantinya bisa memengaruhi peta kekuatan tim nasional, yang pada akhirnya berdampak pada turnamen internasional seperti Piala Dunia. Penggemar sepak bola Indonesia tentu akan mengikuti dengan saksama ke mana arah karier pelatih berusia 55 tahun ini.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah Deschamps memilih tantangan baru bersama Italia, atau justru memutuskan untuk beristirahat setelah hampir 15 tahun menangani Prancis? Jawabannya mungkin baru akan terjawab setelah Piala Dunia 2026 usai.



