Dari Liga Kelima Inggris ke Panggung Piala Dunia: Kisah David Raya yang Menginspirasi
Baca dalam 60 detik
- David Raya menapaki karier dari divisi kelima Inggris hingga menjadi kiper utama Arsenal dan timnas Spanyol, kini bersiap untuk Piala Dunia 2026.
- Ketekunan dan mentalitas baja disebut sebagai kunci sukses Raya oleh mantan rekan setim dan pelatihnya.
- Kisah Raya menjadi contoh bagi pesepakbola Indonesia tentang pentingnya kerja keras dan pantang menyerah dalam menembus level tertinggi.
David Raya, kiper Arsenal yang baru saja meraih gelar Premier League, akan menjalani Piala Dunia keduanya pada tahun 2026. Namun, perjalanannya menuju puncak sepak bola dunia tidaklah mudah: ia memulai karier di divisi kelima Inggris 14 tahun lalu.
Kisah Raya adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan. Pemain asal Catalonia ini memulai petualangannya di Inggris melalui program kerja sama antara klub lokal Cornella dan Blackburn Rovers. Setelah melalui masa percobaan, ia bergabung dengan Blackburn pada 2012 dan kemudian dipinjamkan ke Southport di divisi kelima untuk mengasah kemampuannya.
Mantan rekan setimnya di Blackburn, Jordi Gomez, mengingat betapa gigihnya Raya meski sering tidak menjadi pilihan utama. "Bahkan saat tidak bermain, ia selalu berlatih keras," ujar Gomez. Raya baru menjadi kiper utama Blackburn pada musim 2017/18 saat klub turun ke League One, dan berhasil membawa mereka promosi kembali.
Setelah pindah ke Brentford pada 2019, Raya semakin menunjukkan kualitasnya. Joel Valencia, rekan setimnya saat itu, terkesan dengan mentalitas Raya. "Dalam beberapa minggu pertama, ia sudah bicara tentang debut di timnas Spanyol dan bermain di Liga Champions. Saya bilang padanya untuk tidak khawatir, ia akan meraih semua itu," kenang Valencia. Pelatih kiper Brentford, Manu Sotelo, menambahkan bahwa Raya selalu haus akan latihan dan perbaikan diri.
Kini, setelah sukses di Arsenal dengan meraih Premier League dan Golden Glove, Raya menatap Piala Dunia 2026 bersama Spanyol. Ia berharap bisa melampaui pencapaiannya di Qatar 2022, di mana ia hanya menjadi anggota skuad tanpa bermain.
Kisah David Raya memberikan pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia: bakat saja tidak cukup, diperlukan dedikasi dan ketahanan mental untuk bersaing di level tertinggi. Dengan banyaknya pemain muda Indonesia yang berbakat, semangat pantang menyerah seperti Raya bisa menjadi inspirasi untuk menembus kompetisi Eropa dan bahkan Piala Dunia.
Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Raya mampu membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia ketiga mereka? Atau justru akan menjadi saksi bisu seperti di Qatar? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti, perjalanan Raya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.



