Beban Berat di Pundak Para Bintang: Siapa Paling Lelah Menuju Piala Dunia 2026?
Baca dalam 60 detik
- Analisis menit bermain menunjukkan skuad Prancis menjadi yang paling kelelahan, dengan total 98.895 menit sepanjang musim.
- Virgil van Dijk memimpin daftar individu dengan 5.661 menit tanpa sekalipun menjadi pemain pengganti, mengindikasikan beban kerja ekstrem.
- Timnas Argentina justru memiliki jumlah menit lebih rendah dibanding favorit lainnya, memberi mereka keunggulan kesegaran fisik.

Jadwal sepak bola global yang padat tanpa jeda selama tiga musim panas terakhir membuat para pemain papan atas menghadapi risiko kelelahan akut menjelang Piala Dunia 2026. Sebuah studi BBC Sport terhadap total menit bermain 26 pemain dari sepuluh negara peringkat teratas FIFA mengungkapkan bahwa tim nasional Prancis memikul beban terberat, dengan total 98.895 menit dari 1.341 pertandingan sejak 15 Juni 2025—hari dimulainya Piala Dunia Antarklub yang kontroversial.
Turnamen yang digelar FIFA pada musim panas yang biasanya menjadi waktu istirahat itu diikuti 74 pemain yang kini berlaga di Piala Dunia. Akibatnya, beberapa pemain nyaris tidak menikmati libur selama tiga tahun. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa performa tim-tim unggulan bisa tergerus oleh akumulasi kelelahan, terutama di babak gugur yang membutuhkan delapan pertandingan untuk menjadi juara di New Jersey pada 19 Juli.
Prancis, yang berambisi meraih gelar ketiga, harus berjuang melawan panas dan kelelahan. Bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, mencatatkan menit terbanyak (5.009) meski hanya menjadi pemain pelapis. Sementara itu, penyerang Bayern Munich, Michael Olise, tampil dalam 65 pertandingan tetapi lebih sering menjadi pemain pengganti. Sebanyak 11 pemain Prancis ikut serta dalam Piala Dunia Antarklub, sama dengan Portugal, sementara Jerman memiliki 12 pemain.
Portugal menempati posisi kedua dengan 96.405 menit dari 1.299 pertandingan. Andai Bruno Fernandes dan Diogo Dalot lebih sering bermain di kompetisi domestik, angka itu bisa lebih tinggi. Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, menjadi pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak (66) setelah mencapai final Piala Dunia Antarklub dan memenangkan Liga Champions. Cristiano Ronaldo memulai semua 44 pertandingan yang ia mainkan untuk Al Nassr dan Portugal.
Inggris berada di urutan ketiga dengan 1.304 pertandingan, tetapi jumlah starter lebih sedikit (1.051) dibanding Portugal (1.092). Beban berat Harry Kane patut diwaspadai: kapten yang akan berusia 33 tahun itu bermain dalam 63 pertandingan untuk Bayern Munich. Morgan Rogers dari Aston Villa menjadi pemain dengan menit terbanyak (5.037) dari 64 penampilan. Inggris juga memiliki pemain terbanyak (tujuh) yang memulai lebih dari 50 pertandingan.
Menariknya, Argentina yang menjadi juara bertahan justru memiliki jumlah menit terkecil di antara favorit bandar. Hanya empat pemain Albiceleste yang memulai lebih dari 50 pertandingan, termasuk Jose Manuel Lopez (76 penampilan, 59 starter) dan Enzo Fernandez (65 penampilan). Lionel Messi, yang akan berusia 39 tahun, tampil dalam 51 pertandingan dengan hanya tiga kali menjadi pemain pengganti. Kondisi ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi La Albiceleste dalam menghadapi turnamen yang melelahkan.
Spanyol mengalami penurunan jumlah menit akibat cedera pemain kunci seperti Rodri dan Gavi. Gavi hanya tampil dalam 14 pertandingan, sama sedikitnya dengan Romelu Lukaku (9). Sementara itu, Martin Zubimendi (63 pertandingan) dan Marc Cucurella (4.981 menit) menjadi yang paling banyak bermain untuk La Roja.
Ketika analisis difokuskan pada kemungkinan susunan pemain utama, Portugal naik ke peringkat pertama dengan lima pemain inti yang telah memulai lebih dari 50 pertandingan. Prancis dan Inggris menyusul di posisi kedua dan ketiga. Belanda, yang berada di peringkat kesembilan untuk total skuad, melompat ke peringkat keempat untuk tim utama—menunjukkan ketergantungan tinggi pada pemain inti dan minimnya kedalaman skuad.
Virgil van Dijk, yang akan merayakan ulang tahun ke-35 saat babak gugur berlangsung, menjadi pemain dengan menit terbanyak secara individu: 5.661 menit dari 64 pertandingan, semuanya sebagai starter. Angka itu lebih tinggi satu pertandingan penuh dibanding pemain kedua, bek Brasil Leo Pereira. Dua pemain lain yang tidak pernah menjadi pemain pengganti adalah kiper Thibaut Courtois (Belgia) dan Unai Simon (Spanyol).
Bagi Indonesia, jadwal padat ini menjadi pengingat pentingnya manajemen beban pemain, terutama jika Timnas Garuda suatu saat bersaing di level tertinggi. Dengan kompetisi domestik yang semakin ketat dan turnamen internasional yang bertambah, keseimbangan antara ambisi prestasi dan kesehatan pemain menjadi krusial. Pertanyaannya, akankah FIFA dan federasi sepak bola nasional mulai mempertimbangkan batasan jumlah pertandingan per musim demi menjaga kualitas permainan dan kesejahteraan atlet?



