Pogacar Hancurkan Rekor Legenda Pantani di Alpe d'Huez, Kokoh di Puncak Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar mencetak waktu 35 menit 27 detik di tanjakan Alpe d'Huez, memecahkan rekor Marco Pantani yang bertahan 30 tahun.
- Keunggulan 7 menit 11 detik atas Remco Evenepoel membuat Pogacar hampir pasti merebut gelar juara Tour de France keempat.
- Stage 20 akan menjadi ujian terakhir di pegunungan sebelum parade finis di Paris pada Minggu.

Tadej Pogacar memecahkan rekor legendaris Marco Pantani di tanjakan Alpe d'Huez pada stage 19 Tour de France, Jumat (24/7), sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen dengan keunggulan yang hampir tak terkejar.
Pembalap asal Slovenia itu menaklukkan 13,8 kilometer tanjakan dengan kemiringan rata-rata 8,1 persen dalam waktu 35 menit 27 detikโlebih dari satu menit lebih cepat dari catatan Pantani yang dibuat pada 1995. Prestasi ini langsung disebut sebagai salah satu penampilan terbaik dalam sejarah Tour de France. Mantan juara empat kali Chris Froome, yang menyaksikan langsung, menyebut aksi Pogacar "epik" dan "sungguh luar biasa".
Pogacar, yang tidak terlibat dalam persaingan di tiga stage sebelumnya, melesat dari rombongan utama menjelang tanjakan terakhir Col d'Ornon. Ia didampingi rekan setimnya Felix Grossschartner yang mengatur tempo. Saat memasuki Alpe d'Huez, Pogacar langsung melancarkan serangan dan meninggalkan para pesaing utamanya, termasuk Remco Evenepoel yang kini tertinggal 7 menit 11 detik di klasemen umum.
Di depan, rombongan pemimpin yang terdiri dari Richard Carapaz, Lenny Martinez, dan Sep Kuss sempat unggul tiga setengah menit. Namun Pogacar, dengan tenaga yang tampak tak habis-habisnya, berhasil menyusul mereka kurang dari satu kilometer menjelang garis finis. Kuss kelelahan dan tertinggal, sementara Carapaz serta Martinez berusaha bertahan, tetapi Pogacar terus melaju tanpa menunjukkan kelelahan.
"Sungguh keren bisa menang di sini, atmosfernya luar biasa sepanjang tanjakan. Terima kasih kepada seluruh tim sehingga saya bisa mewujudkannya. Saya balap untuk rekan setim hari ini dan saya sangat bahagia," ujar Pogacar kepada TNT seusai lomba. Kemenangan ini membuatnya semakin kokoh di jalur menuju gelar juara keempat secara beruntun.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, aksi Pogacar menjadi tontonan yang menginspirasi. Popularitas balap sepeda di Tanah Air terus meningkat, dengan event seperti Tour de Banyuwangi dan kejuaraan nasional yang semakin bergengsi. Dominasi Pogacar menunjukkan bahwa persiapan fisik dan strategi tim yang matang bisa membawa hasil luar biasaโsebuah pelajaran yang relevan bagi pesepeda Indonesia yang bercita-cita menembus level internasional.
Stage 20, Sabtu (25/7), akan menjadi ujian terakhir di pegunungan dengan rute 170,9 kilometer yang kembali melewati Alpe d'Huez. Pogacar berpeluang memperlebar jarak, sementara para rival hanya bisa berjuang untuk posisi kedua. Pertanyaannya, akankah ada kejutan di menit-menit akhir, atau Pogacar akan menuntaskan pesta kemenangannya dengan sempurna?



