Izin Baru CBN Dorong Kapitalisasi Pasar Abbey Mortgage Bank Melonjak 47%
Baca dalam 60 detik
- Abbey Mortgage Bank mencatat kenaikan harga saham 47% dalam lima hari setelah mendapat persetujuan konversi menjadi bank komersial regional dari Bank Sentral Nigeria.
- Volume perdagangan saham mencapai 164 juta lembar senilai N1,534 miliar pada Jumat lalu, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pendapatan bank.
- Perubahan status ini menandai langkah strategis Abbey untuk memperluas layanan di luar pembiayaan perumahan, meski harga saham masih 43% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Saham Abbey Mortgage Bank Plc melesat lebih dari 47% dalam lima hari perdagangan setelah Bank Sentral Nigeria (CBN) memberikan persetujuan untuk mengubah status lembaga tersebut dari bank hipotek primer menjadi bank komersial regional. Keputusan ini memicu aksi beli besar-besaran oleh investor yang menaruh harapan pada prospek bisnis baru perusahaan.
Data dari Nigerian Exchange (NGX) menunjukkan harga saham Abbey, yang dibuka di N6,35 per lembar pada awal Juni, ditutup di N9,35 pada Jumat pekan lalu. Kapitalisasi pasar bank dengan 10,153 miliar saham beredar pun meroket menjadi N94,938 miliar, naik hampir setengahnya dalam sepekan. Volume transaksi pada Jumat mencapai 164 juta saham dengan nilai N1,534 miliar, menandakan antusiasme pasar yang luar biasa.
Kenaikan ini tidak lepas dari optimisme investor terhadap prospek pendapatan Abbey pasca-rebranding. Namun, harga saham saat ini masih 43% di bawah level tertinggi 52 minggu yang mencapai N16,35. Hal ini menunjukkan bahwa ruang apresiasi masih terbuka lebar, meski risiko volatilitas tetap mengintai.
Persetujuan CBN diumumkan melalui pengajuan regulasi ke NGX pada Rabu pekan lalu. Dalam pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan, Geoff Amaghereonu, disebutkan bahwa bank juga telah mengubah nama resmi dari Abbey Mortgage Bank Plc menjadi Abbey Bank Plc. Perubahan nama ini merupakan bagian dari strategi transisi yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 24 Januari 2025.
Manajemen Abbey menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam rencana ekspansi di sektor jasa keuangan Nigeria. Dengan status baru sebagai bank komersial regional, Abbey dapat memperluas portofolio produknya melampaui pembiayaan perumahan, termasuk layanan perbankan ritel dan korporasi. Hal ini berpotensi meningkatkan basis pendapatan dan daya saing di tengah persaingan perbankan Nigeria yang ketat.
Bagi pelaku pasar, perubahan status ini membuka babak baru bagi Abbey. Namun, investor tetap perlu mencermati kemampuan bank dalam mengelola likuiditas dan risiko kredit di tengah ekspansi. Pertanyaan yang mengemuka: mampukah Abbey mempertahankan momentum pertumbuhan dan mengejar ketertinggalan harga saham dari level tertingginya? Jawabannya akan bergantung pada eksekusi strategi dan kondisi makroekonomi Nigeria ke depan.



