Alexander Ramlie Borong Saham AMMN Rp18,16 Miliar dalam Dua Hari
Baca dalam 60 detik
- Komisaris AMMN, Alexander Ramlie, mengakuisisi 4,6 juta saham perusahaan tambang tembaga-emas itu pada 17 dan 20 Juli 2026, dengan total nilai transaksi mencapai Rp18,16 miliar.
- Pembelian bertahap ini dilakukan saat harga saham AMMN tertekan di bawah Rp4.000 per lembar, menandakan keyakinan insider terhadap prospek jangka panjang emiten energi tersebut.
- Kenaikan kepemilikan Alexander sebesar 0,78% tidak mengubah status pengendalian perusahaan, namun memperkuat sinyal positif bagi investor ritel di tengah volatilitas pasar.

Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Alexander Ramlie, kembali menambah porsi kepemilikannya di emiten tambang tembaga-emas tersebut dengan menggelontorkan dana sekitar Rp18,16 miliar hanya dalam dua hari perdagangan. Langkah ini dilakukan saat harga saham AMMN tengah berada di bawah level psikologis Rp4.000 per lembar, menimbulkan spekulasi di kalangan investor mengenai prospek perusahaan ke depan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Alexander membeli total 4.617.000 saham AMMN secara bertahap pada 17 dan 20 Juli 2026. Seluruh transaksi dilakukan untuk tujuan investasi pribadi, tanpa melibatkan skema repurchase agreement. Pada 20 Juli saja, ia melakukan sembilan kali pembelian dengan rentang harga Rp3.890 hingga Rp4.030 per saham, menghabiskan dana Rp5,88 miliar. Sehari sebelumnya, ia telah memborong 3.138.500 saham dalam empat transaksi di kisaran harga yang lebih rendah.
Akumulasi saham ini membuat total kepemilikan Alexander meningkat dari 188.916.260 lembar menjadi 190.394.760 lembar, atau naik 0,78% secara persentase. Meski demikian, porsi hak suaranya hanya bertambah tipis dari 0,261% menjadi 0,263%, dan manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengubah status pengendalian perusahaan. Artinya, langkah ini lebih merupakan sinyal kepercayaan pribadi ketimbang upaya mengambil alih kendali.
Fenomena pembelian saham oleh orang dalam (insider buying) kerap diartikan sebagai sinyal positif oleh pasar, terutama ketika dilakukan secara agresif di saat harga sedang tertekan. Alexander Ramlie, yang juga menjabat sebagai komisaris, jelas memiliki akses informasi lebih mendalam mengenai fundamental perusahaan. Langkahnya ini bisa dimaknai sebagai keyakinan bahwa valuasi AMMN saat ini masih menarik, meskipun sentimen pasar terhadap sektor tambang sedang bergejolak akibat fluktuasi harga komoditas global.
Bagi investor Indonesia, aksi korporasi ini patut dicermati. AMMN merupakan salah satu emiten tambang tembaga-emas terbesar di Tanah Air dengan cadangan signifikan di Proyek Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, saham AMMN sempat mengalami tekanan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan ketidakpastian kebijakan energi. Namun, langkah Alexander justru menunjukkan optimisme bahwa prospek jangka panjang perusahaan tetap cerah, seiring dengan meningkatnya permintaan tembaga untuk transisi energi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah aksi borong ini akan diikuti oleh komisaris atau direksi lainnya, atau justru menjadi puncak akumulasi sebelum harga saham berbalik arah. Jika pola historis insider buying di bursa Indonesia menjadi acuan, langkah Alexander Ramlie berpotensi mendorong sentimen positif dalam jangka pendek, terutama jika diiringi dengan kinerja keuangan yang solid pada laporan berikutnya.



