Bursa Asia Hijau Menjelang Akhir Pekan, IPO SpaceX Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Indeks saham Asia mayoritas menguat pada Jumat pagi, dipimpin KOSPI Korea Selatan yang melesat 7,61%, didorong optimisme ekonomi global dan meredanya ketegangan geopolitik.
- SpaceX bersiap melaksanakan IPO terbesar dalam sejarah dengan target dana US$75 miliar, berpotensi menjadi katalis utama sekaligus menguji daya serap pasar.
- Kesepakatan damai AS-Iran yang hampir final turut mendorong sentimen positif, namun investor mencermati volatilitas yang mungkin timbul dari raksasa IPO tersebut.

Bursa saham Asia dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat pagi, ditopang oleh meredanya kekhawatiran konflik Timur Tengah dan optimisme terhadap prospek ekonomi global. Di sisi lain, perhatian investor tertuju pada debut perdana SpaceX yang diproyeksikan menjadi IPO terbesar sepanjang masa.
Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat lonjakan paling tajam di kawasan, melesat 590,73 poin atau 7,61% ke level 8.354,68 pada pukul 08:23 WIB. Nikkei 225 Jepang juga menguat signifikan, naik 2.250,08 poin (3,50%) ke 66.467,35. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia terapresiasi 153,70 poin (1,78%) menjadi 8.786,90. Pasar saham China justru bergerak terbatas dengan Shanghai Composite melemah tipis 0,03%.
Sentimen positif di Asia tidak lepas dari perkembangan geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran akan segera ditandatangani. "Ini seharusnya bisa diselesaikan, dan seharusnya bisa diselesaikan dengan cukup cepat," ujarnya di Ruang Oval, Jumat (12/6/2026). Trump menambahkan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir berdasarkan kesepakatan tersebut. Sebelumnya, ia membatalkan serangan terhadap Iran yang direncanakan Kamis malam.
Di Wall Street, kontrak berjangka saham AS menguat tipis pada Kamis malam. S&P 500 futures naik 0,2%, Nasdaq 100 futures juga naik 0,2%, dan Dow Jones futures bertambah 59 poin. Pasar menanti IPO SpaceX yang dijadwalkan pada Jumat. Perusahaan roket milik Elon Musk itu akan melantai di Nasdaq dengan kode SPCX, harga tetap US$135 per saham, dan valuasi US$1,77 triliun. SpaceX berencana menjual 555,6 juta saham, meraup dana US$75 miliar—tiga kali lipat lebih besar dari IPO Alibaba tahun 2014 yang mencapai US$22 miliar.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Asia dan IPO raksasa ini memberikan sinyal penting. Kenaikan indeks Asia mencerminkan membaiknya risk appetite global, yang dapat mendorong aliran modal asing ke pasar emerging market termasuk Indonesia. Namun, IPO SpaceX yang masif berpotensi menyerap likuiditas signifikan, sehingga investor perlu mencermati potensi tekanan jual di sektor teknologi. Analis menilai volatilitas jangka pendek mungkin terjadi, namun dalam jangka panjang IPO ini bisa menjadi katalis bagi sektor antariksa dan teknologi.
Ke depan, pasar akan mengamati apakah kesepakatan AS-Iran benar-benar terealisasi dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak serta stabilitas kawasan. Sementara itu, kesuksesan IPO SpaceX akan menjadi ujian bagi kemampuan pasar menyerap emisi raksasa tanpa mengganggu keseimbangan sektor lain. Pertanyaan besarnya: akankah euforia IPO ini berlanjut atau justru menjadi puncak optimisme jangka pendek?



